PADEK.JAWAPOS.COM - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Padang resmi menetapkan Afriadi sebagai Ketua DPC Hanura Kota Padang periode terbaru secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IV, Rabu (6/5). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Truntum Padang.
Penetapan Afriadi merupakan hasil kesepakatan seluruh pengurus tingkat kecamatan (PAC) se-Kota Padang yang hadir dalam forum tersebut. Dukungan penuh dari struktur partai di tingkat bawah menjadi faktor utama terpilihnya Afriadi secara bulat tanpa melalui voting.
Dalam sambutannya, Afriadi menyampaikan bahwa amanah sebagai ketua bukanlah tanggung jawab individu, melainkan kerja kolektif seluruh kader partai.
“Kalau tidak ada dukungan dari Bapak dan Ibu PAC, tentu saya tidak akan berada di posisi ini. Amanah ini kami terima, tapi tidak mungkin kami jalankan sendiri,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar kader serta peran para senior dalam memperkuat organisasi. Afriadi juga menyatakan keterbukaan terhadap kritik dan masukan demi kemajuan partai.
“Kami siap dikritik dan diberi pelajaran. Semua masukan akan kami terima demi kemajuan Partai Hanura Kota Padang,” tegasnya.
Afriadi juga mengingatkan agar seluruh kader mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan persoalan internal. Ia meminta tidak ada lagi konflik yang diselesaikan secara tertutup atau menimbulkan perpecahan di internal partai.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Afriadi menargetkan penyediaan sekretariat partai sebagai pusat aktivitas dan konsolidasi kader di Kota Padang. Selain itu, ia berkomitmen menghidupkan kembali struktur partai hingga tingkat bawah melalui penguatan badan dan anak cabang di seluruh wilayah.
“Kami menargetkan lima kursi DPRD Kota Padang. Dengan kebersamaan dan keikhlasan, insya Allah itu bisa tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sumatera Barat, Edi Naswany, dalam sambutannya menyoroti tantangan pembangunan daerah yang masih bergantung pada anggaran pemerintah.
“Berjuang dari daerah, daerah berdaya, Indonesia sejahtera. Tanpa daerah, Indonesia tidak akan ada. Namun kenyataannya, banyak daerah masih sulit berkembang karena bergantung pada APBD dan dana pusat,” ungkapnya.
Menurut Edi, kader partai yang memimpin daerah harus mampu menghadirkan inovasi dan membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sumber ekonomi baru, sehingga tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah. (yud)
Editor : Adriyanto Syafril