PADEK.JAWAPOS.COM - Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Padang, Kamis (7/5). Kondisi tersebut terjadi sejak pagi hingga siang hari dan sempat menyebabkan arus lalu lintas di beberapa titik melambat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang terlihat di SPBU kawasan Jalan Khatib Sulaiman. Kendaraan roda dua maupun roda empat memenuhi area pengisian hingga sebagian antrean memakan badan jalan.
Situasi serupa juga terjadi di SPBU dekat lampu merah DPRD Sumbar serta SPBU kawasan Tabing. Panjangnya antrean membuat sejumlah pengendara memilih berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain karena khawatir stok BBM habis.
Salah seorang pengendara roda empat, Ridwan Hakim, 38, mengatakan antrean panjang diduga dipicu keterlambatan distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Kota Padang.
“Katanya minyak lama masuk, makanya kendaraan jadi ramai antre dari siang. Biasanya tidak sepanjang ini,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jalan Khatib Sulaiman.
Menurut Ridwan, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat karena waktu perjalanan menjadi lebih lama akibat harus mengantre untuk mendapatkan BBM.
“Kalau antre seperti ini tentu mengganggu aktivitas. Apalagi banyak orang mau kerja dan ada juga yang antar anak sekolah,” katanya.
Ia juga menyebut antrean panjang tidak hanya terjadi di satu lokasi pengisian BBM.
“Tadi saya lihat di SPBU dekat DPRD Sumbar juga penuh. Di sini juga ramai, kendaraan sampai keluar area SPBU,” ungkapnya.
Ramainya antrean turut menyebabkan kepadatan kendaraan di sekitar area SPBU. Beberapa kendaraan terlihat berhenti di bahu jalan untuk menunggu giliran masuk ke lokasi pengisian.
Di kawasan Jalan Khatib Sulaiman, antrean kendaraan roda empat bahkan tampak mengular hingga mendekati akses persimpangan jalan. Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, petugas SPBU bersama aparat kepolisian terlihat membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Masyarakat berharap distribusi BBM segera kembali normal agar antrean panjang tidak terus berlanjut. Selain itu, warga juga meminta adanya kepastian informasi terkait pasokan BBM supaya masyarakat tidak panik dan datang bersamaan ke SPBU.
“Kalau memang terlambat distribusi, sebaiknya ada pemberitahuan supaya masyarakat tidak buru-buru datang bersamaan,” kata Ridwan.
Hingga sore hari, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Padang masih terlihat ramai meskipun secara perlahan mulai berkurang. Kondisi tersebut tidak hanya memicu kepadatan lalu lintas, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas harian warga yang membutuhkan BBM untuk bekerja maupun keperluan lainnya. (cr1)
Editor : Adriyanto Syafril