PADEK.JAWAPOS.COM - Musyawarah Provinsi (Musprov) I Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sumatera Barat resmi digelar di Hotel Pangeran City, Padang, Senin (8/6). Dalam agenda tersebut, peserta musyawarah secara aklamasi menetapkan Yofialdi sebagai Ketua Squash Provinsi Sumatera Barat untuk periode kepengurusan mendatang.
Musprov dibuka langsung oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa squash merupakan cabang olahraga yang telah dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan memiliki potensi besar untuk berkembang di Sumatera Barat.
Hamdanus berharap cabang olahraga squash dapat masuk dalam agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar sebagai upaya memperluas pembinaan atlet di daerah.
“Kita berharap ke depan squash bisa masuk dalam Porprov Sumatera Barat sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih baik. Jika belum memungkinkan pada Porprov terdekat, kita targetkan bisa dipertandingkan pada Porprov XVII Sumbar tahun 2028,” ujarnya.
Menurut Hamdanus, salah satu tantangan utama pengembangan squash di Sumbar adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Meski demikian, ia melihat peluang pengembangan fasilitas squash dapat disinergikan dengan tren olahraga padel yang saat ini mulai berkembang di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, lapangan squash memiliki konsep konstruksi yang relatif serupa dengan lapangan padel sehingga pembangunan keduanya dapat dilakukan secara beriringan.
“Kalau ada pembangunan lapangan padel, bisa juga dipikirkan pembangunan lapangan squash. Ini bisa menjadi alternatif olahraga yang menarik bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, Hamdanus menilai squash merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kemampuan teknik, kecepatan, strategi, serta daya tahan fisik yang baik. Karena itu, menurutnya, squash layak mendapat perhatian dalam pembinaan olahraga prestasi di Sumatera Barat.
Ia juga mendorong pengurus yang baru terpilih untuk membangun organisasi secara bertahap dan memperluas pembinaan atlet hingga ke berbagai kabupaten dan kota.
“Tantangan dalam membangun organisasi baru harus dijadikan peluang untuk melahirkan prestasi dan memperkenalkan squash lebih luas kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Yofialdi yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Squash Sumbar menyatakan komitmennya untuk membangkitkan olahraga squash serta mencetak atlet-atlet berprestasi dari Ranah Minang.
Menurutnya, selama ini squash di Sumatera Barat belum berkembang secara maksimal meskipun memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di tingkat nasional.
“Musprov ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi titik awal untuk menjalankan program nyata dalam pengembangan squash di Sumatera Barat,” ujarnya.
Yofialdi menilai keberhasilan pembinaan squash membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, KONI, perguruan tinggi, hingga sektor swasta.
Ia juga mengajak komunitas squash, mahasiswa, serta para pegiat olahraga untuk bersama-sama membesarkan cabang olahraga tersebut melalui berbagai program pembinaan dan kompetisi.
“Kita ingin melahirkan atlet-atlet squash Sumbar yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Untuk itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” katanya.
Melalui pelaksanaan Musprov I ini, Squash Sumbar diharapkan memiliki fondasi organisasi yang kuat untuk mengembangkan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Musprov I Persatuan Squash Indonesia Sumbar juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga squash di Ranah Minang serta membuka jalan bagi lahirnya prestasi-prestasi baru di masa mendatang. (yud)
Editor : Adriyanto Syafril