PADEK.JAWAPOS.COM -- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas generasi muda melalui kegiatan pendampingan kompetensi Impromptu Speech bagi anggota Karang Taruna Linggarjati, Kelurahan Lubukbegalung Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Mujahidin, Komplek Pemda Aru Lubukbegalung, Minggu (28/6), tersebut dipimpin oleh Ketua Tim PKM Astuti Pratiwi Rahmadhani bersama anggota tim yang terdiri atas dosen Desi Yulastri, Sariani, Nini Wahyuni, Mutia El Khairat, serta mahasiswa Sri Maihartati.
Ketua Tim PKM, Astuti Pratiwi Rahmadhani, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pengabdian tahun sebelumnya yang berfokus pada peningkatan kemampuan public speaking anggota Karang Taruna Linggarjati.
Menurutnya, hasil evaluasi kegiatan sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai teknik berbicara di depan umum. Namun, mereka masih memerlukan pendampingan agar mampu mengimplementasikan materi tersebut secara lebih optimal dalam berbagai situasi.
“Hasil yang didapatkan pada kegiatan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa para peserta mengalami peningkatan pengetahuan dalam public speaking, dan masih membutuhkan pendampingan untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh,” ujar Astuti.
Kegiatan yang dihadiri Ketua Karang Taruna Linggarjati, Wegi Fatriadi Dikarwosa, beserta jajaran pengurus dan anggota Karang Taruna itu mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme serta keaktifan mereka selama pelatihan menjadi indikator bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan organisasi kepemudaan tersebut.
Wegi Fatriadi Dikarwosa berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri para anggota Karang Taruna ketika berbicara di depan publik maupun saat menjalankan berbagai kegiatan kemasyarakatan.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan pendampingan Impromptu Speech untuk berbicara di depan umum yang dilaksanakan oleh tim PKM Jurusan Bahasa Inggris PNP ini, dapat meningkatkan kepercayaan diri, keberanian untuk tampil di forum publik serta kapasitas kepemimpinan dalam menyosialisasikan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di masyarakat,” katanya.
Astuti menambahkan, kemampuan Impromptu Speech menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda karena mampu melatih keberanian menyampaikan pendapat secara spontan, sistematis, dan percaya diri.
Ia menilai metode tersebut bersifat praktis, mudah diterapkan, serta selaras dengan karakter pembelajaran nonformal yang berkembang dalam organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna.
“Dengan mempunyai kemampuan Impromptu Speech, para pengurus dan anggota Karang Taruna diharapkan mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri di dalam organisasi maupun kepada masyarakat luas. Metode ini bersifat praktis, aplikatif, dan sejalan dengan karakter pembelajaran nonformal dalam organisasi kepemudaan,” jelas Astuti.
Sementara itu, Sekretaris Karang Taruna Linggarjati, Sabrina Fajrin, menilai kemampuan berpikir kritis dan berbicara secara spontan menjadi kebutuhan penting bagi pemuda di era digital yang serba cepat.
Menurutnya, keterampilan tersebut akan membantu generasi muda lebih percaya diri dalam merespons berbagai situasi sekaligus mendorong lahirnya inovasi di lingkungan masyarakat. “Semakin kreatif dan inovatif para pemudanya, semakin maju wilayahnya,” pungkas Sabrina. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril