Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perbaikan IPA Gunungpangilun Ditarget Rampung Desember

Suryani • Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:15 WIB
Dirut Perumda AM Padang Hendra Pebrizal didamping Dirtek Andri Satria dan jajaran memberikan keterangan pers terkait keruhnya air PDAM akhir-akhir ini, di salah satu kafe di Padang Jumat (10/7). (SURYANI/PADEK)
Dirut Perumda AM Padang Hendra Pebrizal didamping Dirtek Andri Satria dan jajaran memberikan keterangan pers terkait keruhnya air PDAM akhir-akhir ini, di salah satu kafe di Padang Jumat (10/7). (SURYANI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Sejumlah pelanggan PDAM Kota Padang mengeluhkan air yang keruh akhir-akhir ini. Menanggapi keluhan tersebut, Perumda Air Minum Kota Padang menggelar konferensi pers, Jumat (10/7) di sebuah kafe di Padang.

Direktur Utama Perumda AM Padang.Hendra Pebrizal beserta jajaran mohon maaf kepada pelanggan atas ke­tidaknyamanan tersebut.

Ia menyebut, keruhnya air yang mengalir kepada 50 persen dari 50 ribu pelanggan mulai Jembatan Siteba hingga pusat kota karena saat ini sedang dilakukan perbaikan IPA Gunungpangilun yang rusak akibat bencana hidromoteorologi akhir 2025 lalu.

Perbaikan ditarget tuntas Desember 2026. Jelang pe­ngerjaan selesai kualitas air kepada pelanggan akan turun alias agak keruh. “Terjadi kekeruhan karena IPA tak mampu lagi memproduki air secara maksimal,” ujarnya.

Untuk meminimalisir ke­keruhan, Jumat malam dilakukan pengurasan reservoar IPA Gunung Pangilun mulai pukul 20.00 WIB. Selama pengurasan bak penampung air dan pipa berlangsung, air mati semen­tara. Sabtu (11/7) pagi air akan mengalir kembali.

Butuh Anggaran Rp 659 Miliar

Hendra meyebutkan, ke­rusakan akibat bencana tidak hanya terjadi pada jaringan, tetapi juga menghantam IPA GunungPangilun serta Intake Kampung Koto yang menjadi tulang punggung pelayanan air bersih di Kota Padang.

“IPA GunungPangilun dibangun sejak 1957 dengan kemampuan mengolah air berkekeruhan maksimal sekitar 10.000 NTU. Saat bencana, tingkat kekeruhan melonjak hingga mencapai 30.000 NTU. Kondisi itu membuat instalasi yang sudah berusia tua tidak lagi mampu bekerja­ secara maksimal,” ujar Hendra.

Ia mengungkapkan, tingginya tingkat kekeruhan dan ke­asaman air bahkan me­nye­babkan sejumlah kom­ponen vital mengalami kerusakan berat. Salah satunya bearing pompa di Intake Kampung Koto ya­ng rusak parah akibat dipaksa bekerja dalam kondisi ekstrem.

Hendra memaparkan, saat ini pihaknya tengah me­lakukan rehab rekon mulai dari intake, filter, hingga ekskalator IPA Gunungpangilun berkapasitas 500 liter per detik memanfaatkan anggaran dari Kementerian PU.

“Rehab rekon sudah di­mulai Desember 2025 dan ditargetkan tuntas Desember 2026,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Teknik Andri Satria mengatakan, PDAM Kota Padang menambil air baku 95 persen dari 5 sungai yang ada di Kota Padang.

 “Sejak bencana terjadi perubahan pada air sungai. Ke­ke­ruhan sangat tinggi sedangkan pH rendah. Butuh banyak zat kimia untuk menjernihkan air. Penurunan fungsi filter me­nye­babkan air yang mengalir ke pe­langgan jadi keruh,” beber­nya.

Andri Satria mengatakan, total kebutuhan rehabilitasi pascabencana diperkirakan mencapai Rp659 miliar. Sementara penanganan darurat yang sedang berjalan sekitar Rp70 miliar. “Kerusakan akibat bencana memang sangat masif sehingga membutuhkan du­kungan penuh dari pemerintah pusat,” ujarnya.

IPA Gunungpangilun sen­­diri saat ini melayani hampir separuh pelanggan di wilayah pusat kota. Andri me­ngatakan, selain pengu­ras­an reservoar untuk meni­ngkatkan kualitas air, pelanggan juga dibantu air tangki

Untuk mengatasi persoal­an jangka panjang, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga menyiapkan proyek stra­tegis senilai hampir Rp800 miliar. Proyek tersebut meliputi pembangunan IPA baru berkapasitas 200 liter per detik di Palukahan, pembangunan reservoir, serta pemasangan jaringan pipa sepanjang 19 kilometer dari kawasan Ar Risalah hingga Simpang Alai.  Selain itu, pemerintah juga merencanakan relokasi IPA Gunungpangilun ke kawasan Kampung Koto dengan fasilitas yang lebih modern. Saat ini proyek masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan studi kelayakan (FS) untuk diusulkan masuk dalam APBN Tahun 2027. (eni)

Editor : Adriyanto Syafril
#IPA Gunungpangilun #PDAM Kota Padang