Kasus Perundungan Harus jadi Evaluasi Bersama

Suyudi Adri Pratama • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 07:35 WIB
Wawako Padang, Maigus Nasir memberikan keterangan kepada awak media, Senin (20/7). (SUYUDI/PADEK)
Wawako Padang, Maigus Nasir memberikan keterangan kepada awak media, Senin (20/7). (SUYUDI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kota (Pemko) Padang memberikan perhatian serius terhadap dugaan kasus perundungan (bullying) yang disebut menjadi salah satu faktor pemicu insiden ledakan yang melibatkan seorang siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang beberapa waktu lalu.

Meskipun sekolah tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, Pemko Padang menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan pemerintah daerah tidak membatasi penanganan persoalan masyarakat berdasarkan kewenangan instansi. Menurutnya, setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat harus menjadi perhatian pemerintah, termasuk dugaan perundungan di lingkungan pendidikan.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua. Tentu pemerintah harus hadir terhadap persoalan yang terjadi di te­ngah masyarakat. Kasus ini men­jadi perhatian serius karena tidak terjadi begitu saja, tetapi ada proses dan faktor-faktor yang memicu terjadinya peristiwa tersebut,” kata Maigus, Senin (20/7).

Ia menilai dugaan perundungan yang dialami siswa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak. Menurutnya, tindakan bullying yang berlangsung dalam waktu lama dapat memberikan dampak psikologis yang serius terhadap korban.

Maigus menjelaskan, Pemerintah Kota Padang selama ini telah menjalankan berbagai program untuk mencegah perilaku negatif di kalangan ge­nerasi muda. Salah satunya melalui Program Padang Juara yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan yang setara serta memotivasi anak-anak agar dapat berkembang sesuai potensinya.

Selain itu, Pemko Padang juga memperkuat pendidikan karakter, mental, dan spiritual melalui Program Smart Surau. Program tersebut diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih baik sekaligus menjadi upaya pen­cegahan terhadap berbagai perilaku menyimpang.

“Kita ingin memastikan tidak ada diskriminasi terhadap anak-anak dalam memperoleh pendidikan. Kemudian penguatan karakter, mental, dan spiritual juga terus dilakukan agar mereka memiliki ketahanan diri yang baik,” ujarnya.

Maigus menambahkan, ke depan Pemko Padang akan me­ningkatkan koordinasi dan si­nergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta berbagai instansi terkait dalam menangani persoalan perundungan di lingkungan pendidikan.

Koordinasi tersebut akan melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Kementerian Agama guna mencari akar penyebab terjadinya kasus-kasus perundungan.

Menurutnya, upaya pen­cegahan hanya akan berjalan efektif apabila seluruh pihak mampu mengidentifikasi penyebab utama munculnya tindakan bullying di sekolah.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, siswa yang terlibat dalam insiden tersebut diduga telah mengalami perundungan dalam waktu yang cukup lama.

Kondisi tersebut diduga berdampak pada kondisi psi­ko­logis siswa hingga memunculkan keinginan untuk menunjukkan eksistensi dirinya.

“Kita harus mencermati persoalan ini secara utuh. Jangan hanya melihat peristiwanya, tetapi juga melihat apa yang menjadi penyebab di balik kejadian tersebut,” katanya.

Peran Keluarga dan Se­kolah Dinilai Sangat Penting

Selain penguatan koordinasi antarlembaga, Maigus menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Ia menyebut pola asuh orang tua dan pengaruh lingkungan pergaulan menjadi faktor yang perlu men­dapatkan perhatian serius.

Karena itu, Pemko Padang akan terus mendorong penguatan fungsi keluarga agar orang tua lebih aktif mendampingi serta memberikan perhatian kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, sekolah juga diharapkan meningkatkan pengawasan, pembinaan, serta layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik agar potensi perundungan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

“Kekuatan keluarga harus kembali digerakkan. Orang tua perlu memberikan perhatian yang cukup kepada anak-anak. Begitu juga sekolah harus lebih­ maksimal dalam membim­bing dan mengawasi per­kem­bangan serta pergaulan peserta didik,” tuturnya.

Maigus berharap kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pen­cegahan perundungan di ling­kungan pendidikan.

Dengan sinergi tersebut, diharapkan kasus serupa tidak kembali terulang dan seluruh anak di Kota Padang dapat tumbuh serta belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung per­kem­bangan mereka. (yud)

 

Editor : Adriyanto Syafril
bullying di sekolah perundungan di sekolah pemko padang