Meski menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sejumlah pedagang dan pengunjung berhasil menyelamatkan diri setelah melihat tanda-tanda akan robohnya bangunan.
“Memang benar. Saat kejadian saya berada di lokasi dan melihat langsung detik-detik robohnya los pasar tersebut,” ujar Wali Nagari Lareh Nan Panjang, Muskinta, saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Muskinta menjelaskan, los yang roboh merupakan salah satu dari enam los yang ada di kompleks Pasar Ampalu.
Bangunan tersebut diketahui telah berdiri sejak tahun 1985 dan selama ini menjadi pusat aktivitas jual beli masyarakat.
“Los ini memang sudah sangat tua. Beberapa saat sebelum ambruk, bangunan sempat mengeluarkan suara berderak dan terlihat retakan di beberapa bagian,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Muskinta segera mengimbau para pedagang untuk meninggalkan area los guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Keselamatan nyawa jauh lebih penting daripada barang dagangan mereka,” tegasnya.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat robohnya bangunan diperkirakan mencapai Rp100 juta. Sejumlah barang dagangan milik pedagang tertimbun di bawah reruntuhan.
Muskinta berharap kejadian ini menjadi perhatian serius semua pihak dalam pengelolaan pasar tradisional. Ia menekankan pentingnya perawatan berkala terhadap bangunan pasar demi menjamin keselamatan pedagang maupun pengunjung.
“Pengelolaan pasar ke depan harus lebih profesional dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tutupnya. (apg)
Editor : Hendra Efison