Kegiatan ini digelar untuk menghidupkan kembali UMKM lokal sekaligus memanfaatkan bangunan peninggalan Belanda serta kawasan pascatambang PTBA yang ada di Desa Salak.
Kepala Desa Salak, Jeri Rizal, SH, menjelaskan lokasi tersebut disulap menjadi pusat pameran UMKM yang menghadirkan suasana klasik ala angkringan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan jangka panjang, rutin setiap akhir pekan, sehingga UMKM di Desa Salak kembali hidup dan mampu menambah pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, menurut Jeri Rizal, program ini diharapkan dapat memberi dampak positif, tidak hanya bagi warga Desa Salak tetapi juga untuk masyarakat Kota Sawahlunto secara keseluruhan.
“Kami mohon juga dukungan dari Pemda untuk memberikan saran, masukan, serta support agar kegiatan ini bisa terus berjalan ke depan,” tambahnya.
Perdana, kegiatan Angkringan Sentral Salak digelar Jumat (22/8) pada pukul 17.00 hingga 22.00 WIB di kawasan PLTU Desa Salak.
Dengan adanya Angkringan Sentral Salak, Pemerintah Desa optimis kawasan tersebut dapat menjadi ruang kreatif sekaligus pusat ekonomi masyarakat yang menghidupkan potensi lokal. (*)
Editor : Eri Mardinal