PADEK.JAWAPOS.COM - Nagari Canduang Kotolaweh, Kecamatan Canduang, Agam, dipilih menjadi lokasi pelaksanaan Program Poskesri dan Rural Health Improvement Through Mentoring Empowerment (Prime) tahun ini. Program ini merupakan penguatan layanan kesehatan dasar berbasis nagari hasil dukungan Pemerintah Swiss.
Peluncuran program tersebut dilakukan di Aula Kantor Wali Nagari Canduang Kotolaweh, Kamis (7/5), dan diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat nagari.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Agam, Merry Benni Warlis, mengatakan Program Prime berfokus pada peningkatan kualitas serta akses layanan kesehatan dasar melalui pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis siklus hidup dan terintegrasi dengan data.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar sekaligus memperkuat peran kader dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga kolaborasi seluruh unsur di nagari mulai dari pemerintah nagari, kader posyandu hingga masyarakat.
Ia menyebut Program Prime merupakan bagian dari Program Hibah Mikro Pemerintah Swiss melalui Kedutaan Besar Swiss untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN yang akan dilaksanakan di Nagari Canduang Kotolaweh hingga Desember 2026.
Melalui program tersebut, pelayanan kesehatan primer di tingkat nagari diharapkan semakin kuat, baik dari sisi kualitas pelayanan maupun kemudahan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
“Kesehatan itu sangat penting. Kita harus mengupayakan program ini berjalan optimal,” ujarnya.
Merry menilai Canduang Kotolaweh berpeluang menjadi nagari percontohan dalam penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat di Kabupaten Agam. Pengalaman nagari tersebut nantinya diharapkan dapat diterapkan di nagari lain seperti Lasi dan Bukikbatabuah.
“Ini bisa menjadi pionir. Pengalaman di Canduang Kotolaweh nantinya bisa ditularkan ke nagari lain,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas kader melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya bidang kesehatan, menjadi fondasi penting dalam mendukung implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat nagari. (ptr)
Editor : Adriyanto Syafril