Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UIN Imam Bonjol Gali Potensi Paninggahan untuk KKN ke-52

Dila Kartika Sari • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:20 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Tim survei dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang melakukan kunjungan resmi ke Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Kamis (11/6), sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-52. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus merancang program pengabdian yang tepat sasaran.

Tim survei terdiri atas lima mahasiswa yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Naila Hayati, M.A. Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Ami, S.Pd, perwakilan Pemerintah Nagari Paninggahan, di kantor wali nagari setempat. Sementara itu, Ilham dipercaya sebagai ketua tim survei mahasiswa.

Dalam pertemuan tersebut, Ami memaparkan kondisi terkini Nagari Paninggahan, mulai dari potensi sumber daya alam hingga berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pascabencana galodo yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.

Ia menjelaskan, bencana gempa bumi dan banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu masih meninggalkan dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat.

“Sudah lebih dari tujuh bulan berlalu, namun dampak gempa bumi dan banjir bandang tersebut masih sangat dirasakan oleh ma­syarakat. Berbagai aktivitas ekonomi sempat lumpuh, akses lalu lintas terhambat, dan lahan pertanian warga mengalami kerusakan parah,” ujarnya.

Menurut Ami, sejumlah lahan persawahan hingga kini masih tertimbun material longsoran sehingga belum dapat dimanfaatkan kembali untuk kegiatan pertanian. Sementara itu, beberapa sawah yang masih layak tanam terkendala kerusakan saluran irigasi akibat bencana.

“Sebagian sawah sebenarnya masih bisa ditanami. Namun, kerusakan jaringan irigasi menyebabkan pasokan air ke lahan pertanian menjadi terganggu,” katanya.

Selain membahas dampak bencana, pertemuan tersebut juga me­nyoroti berbagai potensi yang dimiliki Nagari Paninggahan, seperti sektor pertanian, sumber daya manusia, serta peluang pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang dapat dikolaborasikan dengan mahasiswa KKN.

Dosen Pembimbing Lapangan UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Naila Hayati, M.A., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat sehingga program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Program KKN ini harus berlandaskan kebutuhan riil masyarakat. Mahasiswa diharapkan berani berkontribusi aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi warga, khususnya dalam upaya pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN nantinya tidak hanya menjalankan program formal, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendorong percepatan pe­mulihan dan pembangunan nagari.

Sementara itu, para mahasiswa memanfaatkan kesempatan survei awal tersebut untuk menggali informasi lebih mendalam terkait kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, hingga persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat.

Informasi yang diperoleh selama survei akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja prioritas yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Nagari Paninggahan.

Ketua tim survei mahasiswa, Ilham, mengatakan bahwa proses identifikasi kebutuhan masyarakat menjadi langkah penting agar program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. (cr8)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#Nagari Padek