Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

GIZANA Unand Perkuat Ketahanan Gizi Penyintas Bencana

Jufri Jao • Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:20 WIB
Kader kesehatan bersama tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Studi Ilmu Gizi Unand dipimpin Dr. Syahrial memberikan edukasi kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya terkait pemenuhan makanan bergizi. Pada kegiatan tersebut juga dibagikan ransum berupa makanan hasil formulasi berbasis daun kelor. (DOK UNAND)
Kader kesehatan bersama tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Studi Ilmu Gizi Unand dipimpin Dr. Syahrial memberikan edukasi kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya terkait pemenuhan makanan bergizi. Pada kegiatan tersebut juga dibagikan ransum berupa makanan hasil formulasi berbasis daun kelor. (DOK UNAND)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Di tengah upaya pemulihan pascabencana, pemenuhan gizi menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan. Berangkat dari kepedulian tersebut, Fakultas Ke­sehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas menghadirkan Program GIZANA (Gizi Tanggap Bencana) untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat penyintas di Hunian Sementara (Huntara) Limau Manis, Kota Padang.

Program pengabdian kepada masya­ra­kat yang dipimpin Dr. Syahrial, SKM, M.Biomed ini dilaksanakan Selasa (14/7).  Kegiatan ini menyasar keluarga penyintas banjir bandang dan galodo Sumatera Barat pada Desember 2025, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita, kader kesehatan, serta keluarga yang memiliki balita.

Program GIZANA bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi saat bencana. Selain edukasi, peserta diperkenalkan dengan inovasi pangan lokal yang praktis, bergizi, tahan lama, dan mudah di­produksi ketika akses pangan terganggu.

Sebelum penyuluhan, tim me­nye­leng­ga­rakan Pelatihan Kader GIZANA di Pus­kesmas Pauh pada Rabu (13/7). Para kader dibekali materi tentang gizi tanggap bencana, kelompok rentan, keamanan pangan, pemanfaatan pangan lo­kal, serta penggunaan GIZANA Kit berupa buku saku dan contoh produk pangan inovatif.

Kegiatan di Huntara berlangsung interaktif melalui penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab. Tim menegaskan,  bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu akses terhadap pangan bergizi sehingga meningkatkan risiko masalah gizi, terutama pada kelompok rentan.

Dr. Syahrial mengatakan, kesiapsiagaan gizi merupakan bagian penting dari pengurangan risiko bencana. Menurutnya, ino­vasi pangan lokal yang mudah dibuat dan memiliki daya simpan baik dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi saat kondisi darurat.

“Ketika bencana terjadi, ma­syarakat sering kali kesulitan mem­peroleh makanan bergizi. Melalui Program GIZANA, kami ingin memperkuat kapasitas kader dan keluarga agar lebih siap memenuhi kebutuhan gizi dalam situasi darurat melalui pemanfaatan pangan lokal,” ujarnya.

Sebagai inovasi, tim memperkenalkan abon ayam substitusi daun kelor dan ubi jalar yang di­perkaya kacang tanah. Produk ini memanfaatkan bahan pangan lo­kal yang mudah diperoleh, bernilai gizi tinggi, dan dapat diproduksi menggunakan peralatan rumah tangga.

Peserta juga menyaksikan video proses pembuatan abon serta menerima contoh produk untuk dicicipi. Langkah ini diharapkan mendorong masyarakat memproduksi pangan bergizi secara mandiri, baik untuk kebutuhan keluarga maupun sebagai peluang usaha.

Setiap peserta memperoleh Buku Saku GIZANA yang memuat informasi mengenai gizi tanggap bencana, pemanfaatan pangan lokal, serta panduan penyediaan makanan saat kondisi darurat. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dan berbagai pertanyaan yang diajukan selama kegiatan.

Melalui program ini, FKM Universitas Andalas berharap kader Posyandu dan masyarakat mampu menjadi pelopor penerapan gizi tanggap bencana. Dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan pangan lokal, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi bencana sekaligus memiliki ketahanan gizi yang lebih baik. (rel/juf)

Editor : Adriyanto Syafril
Pengabdian Masyarakat FKM Unand