Untuk diketahui, petahanan dalam Pileg 2024 di Dapil Sumbar 1 yaitu Andre Rosiade (Partai Gerindra), Suir Syam (Partai Gerindra), Darul Siska (Partai Golkar), Lisda Hendrajoni (Partai NasDem), Hermanto (Partai PKS), Athari Gauthi Ardi (PAN), Mhd Asli Chaidir (PAN), dan Darizal Basir (Partai Demokrat).
Sedangkan di Dapil Sumbar 2 yaitu Ade Rezki Pratama (Partai Gerindra), John Kenedy Azis (Partai Golkar), Nevi Zuairina (PKS), Muhammad Iqbal (PPP), Guspardi Gaus (PAN), dan Rezka Oktoberia (Partai Demokrat).
Tim Elektoral Jaringan Pemred Sumatera Barat (JPS) memandang memang besar potensi adanya incumbent (petahana) yang gugur di DPR RI Dapil Sumbar 1 ataupun Dapil Sumbar 2. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Elektoral JPS, Adrian Tuswandi, dalam keterangan resminya, kemarin.
“Dua incumbent di Dapil Sumbar 1, dan satu incumbent di Dapil Sumbar II tidak akan berhasil mempertahankan status wakil rakyat untuk periode 2024-2029,” ujar Adrian Tuswandi yang akrab disapa Toaik ini.
Menurutnya, enam kursi Dapil Sumbar 1 bepeluang besar diisi oleh Lisda Hendrajoni, Andre Rosiade, Rahmat Saleh, Darul Siska, Athari Gauthi Ardi, dan Alex Indra Lukman. Artinya, tinggal dua kursi yang akan menjadi perebutan sengit di Dapil Sumbar 1 tersebut.
Diprediksinya, perebutan satu kursi ketujuh itu, bakal berlangsung sengit antara tiga Caleg Partai NasDem, yakni Fauzi Bahar, Shadiq Pasadique, dan Irwan Afriadi. Sementara itu, kursi kedelapan diperebutkan oleh calon PKB dan Gerindra.
Perebutan ketat terjadi untuk kursi ketujuh dan kedelapan DPR RI Dapil Sumatera Barat 1, di mana tiga calon NasDem, yaitu Fauzi Bahar, Shadiq Pasadigoe, dan Irwan Afriadi bersaing. Sementara kursi kedelapan, diperebutkan oleh Caleg PKB dan Partai Gerindra.
Sedangkan di Dapil Sumbar 2, Toaik mengungkapkan dari analisis timnya, perubahan kursi bakal terjadi cukup pada PAN. Lalu, kursi PPP diambil alih oleh Partai NasDem.
Jadi, kesimpulan analisisnya Dapil Sumbar 2 bakal diisi oleh Nevi Zuairina (PKS), Asrizal Aziz (PAN), Beny Utama (Golkar), Mulyadi (Demokrat), Cindy Monica, dan Ade Risky Pratama (Gerindra).
Kendati demikian, Toaik menegaskan bahwa hasil rekapitulasi TPS yang diungkapkan oleh Tim Elektoral JPS adalah hasil random dan tetap menunggu hasil penghitungan final dari KPU RI. “Kalau resminya tetap kita menunggu penghitungan final dari KPU,” ujar Toaik.
Sebelumnya, Ketua Divisi Teknis KPU Sumbar, Ory Sativa Syakban menjelaskan, juga mengatakan bahwa akses informasi yang diberikan melalui website infopemilu.kpu.go.id, hanyalah untuk publikasi. Artinya, belum hasil resmi Pemilu 2024 ini.
“Untuk hasil resmi ditetapkan melalui rekapitulasi berjenjang di tingkat kecamatan, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, dan KPU RI,” jelas Ory.
Persaingan Ketat Sumbar 1
Merangkum informasi di website infopemilu.kpu.go.id pada Kamis (15/2) pukul 21.00 WIB, progres hitung suara legislatif DPR RI Dapil Sumbar 1, baru 295 dari 9970 TPS (2.96 %). Berdasarkan update yang masih sangat sedikit itu, sejumlah parpol perolehan suaranya didominasi caleg non petahana.
Misalnya di Partai Golkar, suara terbanyak diperoleh Zigo Rolanda yaitu 2.501 suara. Jumlah itu selisih sekitar 200 lebih suara dibandingkan petahana Golkar, yakni Darul Siska dengan perolehan 2.264 suara.
Lebih signifikan lagi jika dilihat pada Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumbar 1, dominasi suara dipergang oleh Rahmat Saleh, dengan capaian sementara 2.396 suara. Angka itu jauh meninggalkan petahana PKS, Hermanto, yang tercatat baru memperoleh 1.421 suara.
Lebih ngeri lagi, jika melihat perolehan suara pendatang baru Partai Demokrat di Sumbar 1, yakni Suwirpen Suib. Ia tercatat sudah mengantongi 2.354 suara sejauh ini. Jumlah yang hampil empat kali lipat dibandingkan petahana Demokrat, yakni Darizal Basir yang baru memperoleh 628 suara.
Bagaimana dengan petahana DPR RI lainnya? Ya, sejauh ini mereka masih menempati perolehan suara terbanyak di parpol-nya. Misalnya dari Partai Gerindra, dominasi masih diperoleh Andre Rosiade sebanyak 4.361 suara. Disusul Suir Syam sebanyak 2.598 suara.
Begitupun petahana Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, masih berada di posisi puncak dalam perolehan suara di internal parpol-nya, yakni 3.421 suara. Jumlah yang jauh dibandingkan Caleg DPR RI Partai NasDem lainnya.
Hal serupa terjadi pada Partai Amanat Nasional (PAN). Dominasi suaranya masih mengarah kepada Athari Ghauthi Ardi sebanyak 3.963 suara. Namun, di PAN ini ancaman tampaknya dialami penerus Mhd Asli Chaidir, yaitu Dean Asli Chaidir.
Peroleh suaranya tercatat yang baru 1.009. Angka itu jauh di bawah Caleg PAN, Amrizal Dt Rajo Medan, yang sudah mendapatkan 1.588 suara. Bagaimana dengan caleg DPR Dapil Sumbar 1 dari parpol lainnya yang tak mendapat kursi di Senayan tahun 2019?
Sejauh ini perolehan suaranya belum terlihat begitu signifikan. Contohnya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), perolehan suara terbanyak dikantongi oleh Cempaka Tanjung sebanyak 1.380 suara.
Lalu dari PDI-Perjuangan, suara terbanyak diperoleh Alex Indra Lukman, sebanyak 1.941 suara. Sedangkan di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), suara terbanyak diperoleh Sri Liza Novia, yang baru di angka 1.094 suara.
Kejutan Dapil Sumbar 2
Tidak saja di Dapil Sumbar 1, kejutan pada hasil hitung sementara untuk Pileg DPR RI Dapil Sumbar 2, juga mencuat nama-nama baru yang melangkahi petahana parpol.
Dimulai dari PAN, kejutan dibawa oleh pedatang barunya, yaitu Arisal Aziz. Perolehan suaranya sebanyak 4.635, tercatat sudah empat kali di atas petahana PAN, Guspardi Gaus, yang baru mendapatkan 1.604 suara.
Ancaman besar juga dialami petahana Partai Golkar yaitu John Kenedy Azis, dengan perolehan sementara 1.521 suara. Angka itu telah jauh dilangkahi oleh pendatang baru Partai Golkar untuk DPR RI Sumbar 2, yaitu Benny Utama yang sudah mendapat 3.607 suara.
Sementara petahana parpol Dapil Sumbar 2 lainnya yang kini duduk di Senayan, terbilang masih dalam posisi aman. Misalnya dari Partai Gerindra, dominasi suara masih dipegang oleh Ade Rezki Pratama sebanyak 3.442 suara.
Selanjutnya di PKS, Nevi Zuairina masih pada posisi teratas dengan perolehan sementaranya 3.387 suara. Begitupun dengan petahana PPP Muhammad Iqbal, masih tertinggi capaian suara di internal partainya, yaitu 1.874 suara.
Menariknya, di Partai Demokrat Rezka Oktoberia yang sempat meduduki lama kursi yang diserahkan Mulyadi pada tahun 2020, tampak berpotensi diambil kembali oleh Mulyadi. Pasalnya, perolehan suara Mulyadi menempati posisi puncak di Demokrat, yakni 5.497 suara.
Kejutan paling menarik di Dapil Sumbar 2 ini, yaitu adanya peluang peralihan kursi parpol. Sebab, dari data sementara di infopemilu.kpu.go.id, Partai NasDem tampak jauh perolehan suaranya dibandingkan PPP. Pasalnya Caleg NasDem, Cindy Monica Salsabila Setiawan, sudah mengumpulkan 4.610 suara sejauh ini.
Dalam Kondisi Sulit
Kondisi yang paling sulit tampaknya masih dialami partai pendatang baru ataupun yang tak lulus parliamentary threshold pada Pileg 2019. Yakni Partai Perindo, Partai Hanura, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Ummat, Partai Garda Republik Indonesia, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Gelombang Rakyat Indonesia, dan Partai Buruh.
Dari hasil hitung sementara di situs KPU tersebut, mereka belum tampak bergeming untuk bisa mendapatkan kursi DPR RI untuk mewakili Sumbar. Baik itu dari Dapil Sumbar 1 ataupun Dapil Sumbar 2. Pasalnya, perolehan mereka dominan masih di bawah seribu. (apg) Editor : Novitri Selvia