Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tak Kuasai Medan, Bus ALS Terguling: Satu Penumpang Tewas, Sopir Diduga Kabur

Novitri Selvia • Selasa, 16 April 2024 | 10:46 WIB

TELAN KORBAN: Kondisi bus ALS saat mengalami kecelakaan di Jalan Karak Pipia, Jorong Nyiur, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Senin (15/4) sore.(DOK ZURWARDI NURSAL)
TELAN KORBAN: Kondisi bus ALS saat mengalami kecelakaan di Jalan Karak Pipia, Jorong Nyiur, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Senin (15/4) sore.(DOK ZURWARDI NURSAL)
Kejadian naas menimpa satu unit bus ALS dengan rute perjalanan Medan-Jakarta di Jalan Karak Pipia, Jorong Nyiur, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Senin (15/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

Satu penumpang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah korban mengalami luka serius maupun ringan. Para korban dilarikan ke RSUD Padangpariaman, RSAM Bukittinggi dan Puskesmas Malalak.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, bus berplat nomor BK 7371 UD ini berangkat dari Medan menuju Jakarta. Ketika di TKP rute menurun dan tikungan tajam, bus hilang kendali dan terguling ke arah kanan.

Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol. Yessi Kurniati mengatakan pihaknya masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi dan korban untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

“Untuk saat ini kita terus melakukan penyelidikan sebab-sebab terjadinya kecelakaan kepada saksi dan korban. Kita masih melakukan pencarian terhadap sopir pertama, karena saat kejadian korban dibawa ke berbagai rumah sakit dan puskesmas. Ada kemungkinan sopir juga dibawa ke salah satu puskesmas atau rumah sakit tersebut,” tambahnya.

Ia menambahkan untuk sopir kedua saat ini dirawat di RSAM Bukittinggi dan masih belum bisa dimintai keterangan. “Kita juga telah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kecelakaan ini,” tambahnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan penghimpunan data untuk jumlah korban secara keseluruhan. “Kita masih mengumpulkan data, karena korban dirawat di beberapa rumah sakit dan puskesmas. Selain itu banyak penumpang yang naik di jalan, sehingga data dari pengelola bus tidak sama dengan data korban,” jelasnya.

Ia juga menambahkan di RSAM Bukittinggi terdapat delapan korban kecelakaan, dua orang luka berat dan enam lainnya luka ringan.
Dua korban yang mengalami luka berat atas nama Awaludin Rambe, laki-laki, berusia 31 tahun, berasal dari Padang Lawas Sumatera Utara. Korban luka berat kedua Sherly Tanjung, perempuan, berusia 21 tahun dan berasal dari Tangerang.

Enam korban lainnya mengalami luka ringan diantaranya Guntur Napitupulu, laki-laki, berusia 75 tahun berasal dari Balige Toba Samosir. Kemudian Rusmawati Sinaga, perempuan, berusia 54 tahun juga berasal dari Balige Toba Samosir. Korban berikutnya Enjel Sihombing, perempuan, berusia 22 tahun berasal dari Kota Medan.

Kemudian korban luka ringan berikutnya, Syaiful Tanjung berusia, laki-laki, berusia 36 tahun, beralamat di Bokong Poncol Tangerang. Kemudian Larasati, perempuan, usia 17 tahun, alamat Tangerang. Kemudian korban kedelapan yang juga merupakan sopir kedua bernama Joni Afrizal, laki-laki, berusia 43 tahun, beralamat di Kota Napan Sumatera Utara.

“Saat ini bus masih dalam proses evakuasi, kita berkoordinasi dengan Dinas PU untuk mendatangkan ekskavator untuk membalikkan bus untuk selanjutnya diderek,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Malalak, Zulwardi mengatakan korban dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat. Pertolongan darurat juga diberikan oleh beberapa armada ambulans seperti Puskesmas Malalak, IV Koto, dan Kapau.

“Evakuasi korban dilakukan oleh Ditlantas Polda Sumbar dengan bantuan dari Dinas Perhubungan Agam dan masyarakat sekitar,” sebutnya.

Zulwardi juga mengatakan, sejumlah personel Damkar Agam Pos Sungai Tanang turut membersihkan tumpahan solar dan oli di lokasi kejadian.

Lokasi kejadian ini diketahui sebagai daerah rawan gangguan sinyal komunikasi alias blanskpot karena terletak di daerah perbukitan yang menjadi jalur alternatif antara Bukittinggi dan Padang.

26 Korban Dievakuasi ke RSUD Padangpariaman

Kapolres Padangpariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir mengatakan sebanyak 26 orang korban bus ALS dilarikan ke RSUD Padangpariaman. Mereka terdiri dari 24 orang dewasa dan 2 orang anak-anak. Ia menyebutkan, satu orang meninggal dunia, lima orang luka berat dan 20 orang luka ringan.

Terpisah, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan mengatakan sopir bus ALS tidak ditemukan di lokasi kejadian.
“Saat kami melakukan olah TKP, sopir tidak ditemukan. Nanti kami mencoba meminta bantuan pihak ALS untuk melacak keberadaan sopir ini. Kemungkinan sopir tidak mengetahui jalur,” jelasnya. (r/ptr/apg)

Editor : Novitri Selvia
#RSAM Bukittinggi #bus als #Nagari Malalak Selatan #Bus ALS terguling #polresta bukittinggi #kecelakaan bus ALS