Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Komitmen Jadikan Emas Angkat Besi-Panjat Tebing Tradisi, Pemerintah Pastikan Bonus Rizki-Veddriq

Heri Sugiarto • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 12:21 WIB
Rizki Juniansyah mempersembahkan medali emas kedua buat Indonesia di Olimpiade Paris 2024 dini hari kemarin. (Foto: NOC Indonesia)
Rizki Juniansyah mempersembahkan medali emas kedua buat Indonesia di Olimpiade Paris 2024 dini hari kemarin. (Foto: NOC Indonesia)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) sudah menyiapkan langkah untuk mendapatkan perebut emas Olimpiade berikutnya seperti Rizki Juniansyah: dengan memperbanyak kejuaraan remaja. Rizki contoh tersahih betapa cara tersebut sangat efektif untuk memantau bakat. 
 
Rizki yang kemarin dini hari mempersembahkan emas kedua bagi Indonesia di Olimpiade Paris 2024 ditemukan PABSI sejak remaja. 
 
”Jadi, kalau banyak atlet kita yang sudah juara dunia tingkat remaja, jalannya lebih mulus ke senior,” kata Hadi Wihardja, ketua bidang pembinaan prestasi PB PABSI, kepada Jawa Pos (grup Padang Ekspres) kemarin (9/8).
 
Angkat besi tak henti mempersembahkan medali bagi Indonesia sejak Olimpiade Sydney 2000. Tapi, Rizki-lah lifter Indonesia pertama yang merebut emas.
 
Baca Juga: Veddriq Leonardo Cetak Sejarah Panjat Tebing, Raih Emas Pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024
 
Lifter 21 tahun itu meraih emas di nomor -73 kilogram putra dengan total angkatan 354 kg. 
 
Perinciannya, snatch 155 kg dan clean and jerk 199 kg. Sebelumnya, Veddriq Leonardo merebut emas pertama bagi Merah Putih setelah memenangi nomor speed panjat tebing. 
 
Sedangkan pembuka keran medali untuk Indonesia adalah pebulu tangkis Gregoria Mariska Tunjung yang merebut perunggu tunggal putri. 
 
Raihan dua medali emas tersebut menyamai raihan pada Olimpiade 1992 di Barcelona. Masih ada satu atlet Indonesia lagi yang akan bertanding besok di kelas +81 kg angkat besi, Nurul Akmal.
 
Baca Juga: Rizki Juniansyah Sabet Emas Kedua untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024
 
Sebelum Rahmat Erwin Abdullah merebut perunggu di Tokyo 2020 dan Rizki menggaet emas di Paris 2024, Indonesia selalu mengandalkan nomor di bawah 70 kilogram seperti Eko Yuli Irawan dan Triyatno. Sementara, kelas 70 kilogram ke atas kerap didominasi Tiongkok.  
 
”Jadi, mungkin bisa diperbanyak event yang di-support kali ya. Event tingkat remaja agar ada penerus Rizki dan Rahmat (Erwin Abdullah). Walaupun sebenarnya mereka masih bisa ikut dua edisi lagi,” terangnya.
 
Rizki salah satu contoh terbaik kenapa ajang di tingkat junior perlu diperbanyak. Dia berprestasi dunia di kelas 73 kg sejak remaja. 
 
”Jadi, kalau banyak atlet kita yang sudah juara dunia tingkat remaja, jalannya lebih mulus ke senior,” kata Hadi. 
 
Baca Juga: Pengorbanan Gregoria Mariska Tunjung Berujung Medali Olimpiade: Di Rumah Dilatih Bapak dengan Modal Catatan
 
Veddriq dan Rizki merupakan dua perebut emas Olimpiade pertama bagi Indonesia yang berasal dari luar bulu tangkis. 
 
Tantangannya kini, bagaimana tradisi emas itu dipertahankan seperti yang berhasil dilakukan badminton sejak Olimpiade 1992, kecuali di Olimpiade 2012 dan 2024.
 
Yang kerap jadi sorotan, perhatian pemerintah pada cabang olahraga berpotensi seperti panjat tebing dan angkat besi dinilai masih kurang. 
 
Dalam arti, kurang besar jika dibandingkan dengan potensi dan prestasi yang diberikan.
 
Baca Juga: Kisah Veddriq Leonardo: Memanjat Pohon-Terjun ke Sungai, Nasi Kuning dan Mimpi yang Tertunda
 
Tapi, Rizali Umarella, ketua bidang pembinaan dan prestasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), mengakui bahwa keberhasilan Veddriq tak terlepas dari dukungan yang diberikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 
 
Ke depan, FPTI juga berharap Kemenpora mau memberikan perhatian ke dua nomor lainnya selain speed: lead dan boulder.
 
Caranya, kata Ichal –sapaan akrab Rizali Umarella–, dengan menyediakan fasilitas latihan atau papan dinding lebih banyak lagi. 
 
”Karena fasilitas kita masih sangat terbatas. Kemampuan organisasi masih sangat kurang. Kami butuh support pemerintah daerah dan pusat,” ujarnya.
 
Baca Juga: Drama 8 Gol! Spanyol Kalahkan Prancis dan Raih Emas Olimpiade 2024
 
”Selain itu, kami butuh pembiayaan kesempatan bertanding untuk nomor lead dan boulder. Jadi, kalau ini dikuatkan, mudah-mudahan bukan hanya dari speed kita bisa mendapatkan emas pada 2028, melainkan juga lead dan boulder, minimal bisa menjadi finalis di sana,” imbuh Ichal.
 
Proses Panjang
Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari menyatakan, kesuksesan merebut dua emas tak diraih secara instan. Pihaknya dan segenap pemangku kepentingan lain mempersiapkan itu semua sejak jauh-jauh hari. 
 
Peluang medali pun dihitung dengan matang. ”Jadi, medali emas yang dihasilkan itu melalui hasil proses panjang. Saya rasa ini proses kebangkitan olahraga Indonesia di ajang tertinggi olahraga dunia,” terang Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.
 
Tapi, Okto mengingatkan, tugas berat sudah menanti seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam menyongsong Olimpiade Los Angeles 2028. ”Kalau hari ini kita bisa bangga, badminton, sport climbing, dan weight lifting bisa memberikan medali untuk Indonesia, insya Allah besok-besok lebih banyak cabang olahraga yang memberikan medali,” terangnya.
 
Baca Juga: B-Girl Ami Raih Medali Emas Pertama dalam Sejarah Breaking di Olimpiade Paris 2024
 
Sementara itu, Menpora Dito Ariotedjo menjamin bakal terus berkomitmen mendukung cabor yang berpotensi meraih medali di Olimpiade.
 
”Baik itu panjat tebing, atletik, renang, gymnastic, badminton, maupun semua potensi yang bisa kita raih. Saya rasa ini merupakan kekuatan baru juga untuk Indonesia di Olimpiade, di mana kita telah memiliki skuad yang kuat putra dan putri di wall climbing, khususnya speed climbing,” imbuh Dito.
 
Bonus Sudah Disiapkan
Bonus melimpah menanti Veddriq Leonardo, Rizki Juniansyah, dan Gregoria Mariska Tunjung. Sebab, berkaca dari edisi-edisi sebelumnya, para peraih medali Olimpiade selalu kebanjiran bonus dari pemerintah, belum lagi apresiasi tambahan dari swasta.
 
Peraih emas untuk kategori individu Olimpiade Tokyo 2020 diganjar bonus Rp5,5 miliar. Peraih perak mengantongi Rp 2,5 miliar, sedangkan peraih perunggu mendapat Rp1,5 miliar. Yang gagal meraih medali menerima apresiasi sebesar Rp100 juta.
 
Baca Juga: Cabor Panjat Tebing Raih Emas Olimpiade Paris 2024, BSI Beri Apresiasi ‘Spiderman Indonesia’
 
Sampai kemarin, pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, belum mengumumkan detail terkait bonus. Namun, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Raden Isnanta memastikan bahwa bonus tersebut ada.
 
”Untuk besarannya, pasti enggak bakal turun,” kata Isnanta saat ditemui Jawa Pos di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta kemarin.
Isnanta tak mau membeberkan sedikit pun terkait bocoran nominal bonus yang akan diterima para atlet Indonesia. 
 
”Itu biar diumumkan presiden karena ini sudah menyangkut marwah bangsa. Para atlet ini dilepas presiden dan pastinya kan diterima presiden dan dengan bonusnya,” terangnya.
 
Sementara itu, ditemui seusai rapat koordinasi (rakor) persiapan PON XXI dan Peparnas XVII 2024, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Warsito menyampaikan apresiasi pemerintah atas kesuksesan para atlet yang berhasil menyabet medali di Olimpiade Paris. Dia berharap perolehan medali itu bisa jadi titik balik prestasi olahraga nasional nantinya.
 
Baca Juga: Breaking Debut di Olimpiade Paris 2024: Jadwal dan Detail Kompetisi Dance Sport
 
Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora Yohan mengamini. Disinggung soal bonus, Yohan menegaskan itu sudah disiapkan Kemenpora. Untuk besarannya, dia belum bisa memastikan. Sebab, biasanya nominalnya meningkat dibandingkan sebelumnya. 
 
”Biasanya bertambah, bisa 10 persennya, 5 persennya. Tapi, yang jelas kisarannya sekitar satu emas mungkin Rp 6 miliar sekarang. Ini mungkin ditambah lagi. Nanti bergantung kebijakan Bapak Presiden,” jelasnya.
 
Presiden Joko Widodo juga sudah menyampaikan apresiasinya kepada para peraih medali Olimpiade Paris 2024. Dia telah melakukan panggilan video dengan Veddriq dan Rizki. 
 
Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah pasti akan memberikan bonus apresiasi kepada atlet yang berprestasi di Olimpiade Paris 2024. ”Ya saya juga kan baru tahu subuh tadi (kemarin), jadi ya nanti dibicarakan. Yang jelas, pasti ada bonus,” tuturnya. (drw/raf/mia/c7/ttg/jpg)
 
 
Partisipasi dan Prestasi Indonesia di Olimpiade:
Editor : Heri Sugiarto
#Rizki Juniansyah #PABSI #angkat besi #Medali Emas Olimpiade #Olimpiade Paris 2024 #panjat tebing #FPTI #Veddriq Leonardo #bonus medali emas olimpiade