Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meninjau langsung salah satu tower hunian yang diperuntukkan bagi ASN di IKN, Senin (12/8/2024).
Kunjungan ini bagian dari upaya untuk memastikan kesiapan fasilitas bagi para ASN yang akan bertugas di ibu kota baru.
Dalam tinjauannya, Presiden juga mengevaluasi modul pengelolaan hunian yang dirancang dengan konsep modern dan digital, sejalan dengan visi IKN sebagai smart city.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah menargetkan pembangunan 47 tower hunian di kawasan IKN, yang akan mencakup sekitar 2.820 unit hunian.
Dari total 47 tower tersebut, 29 tower atau sekitar 1.740 unit hunian akan ditempati oleh pegawai ASN pada tahap awal. Sementara itu, sisanya akan diperuntukkan bagi prajurit TNI dan anggota Polri.
Presiden Jokowi didampingi oleh Muin Fikri, Vice President Wholesale Solution Bank BNI Pusat, yang menjelaskan bahwa Kementerian PUPR bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) telah mengembangkan platform digital canggih untuk mengelola tower hunian ASN.
Platform ini mengintegrasikan berbagai fitur smart building, smart home, smart tenant, dan smart payment, menjadikan pengelolaan hunian lebih efisien dan modern.
“Proses on-boarding ASN dilakukan secara digital. Setiap ASN yang akan menghuni tower ini akan menerima email yang berisi QR code untuk verifikasi identitas saat tiba di lokasi. Data mereka akan diverifikasi melalui NIK dari Dukcapil, memastikan bahwa seluruh penghuni teregistrasi dengan baik,” jelas Muin Fikri.
Lebih lanjut, Muin Fikri memaparkan bahwa penghuni tower akan dilengkapi dengan aplikasi yang menawarkan berbagai kemudahan, seperti smart ordering system yang memungkinkan mereka memesan layanan, seperti penatu langsung dari tempat tinggal.
Pembayaran untuk semua layanan dilakukan melalui aplikasi Wondr by BNI, yang juga memfasilitasi pelaporan kebutuhan perbaikan dan penanganan keluhan secara digital.
“Pada saat serah terima hunian, seluruh proses dilakukan secara digital. Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas yang dapat dicek melalui aplikasi, dan kesepakatan akhir akan ditandatangani secara digital,” tambahnya.
Untuk pengelola tower, sebuah dashboard telah disiapkan untuk memonitor hunian, memeriksa status kamar yang kosong atau terisi, serta memantau posisi penghuni di dalam kompleks.
Sistem ini dirancang untuk memastikan efisiensi dan kenyamanan penghuni dalam lingkungan yang modern dan terintegrasi.
Persiapan 17 Agustus
Sebelumnya, Menteri PUPR sekaligus Plt Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa terdapat 14 tower hunian ASN yang ditargetkan siap fungsional pada 17 Agustus nanti.
Setiap tower memiliki 60 hunian, masing-masing hunian berisi 3 kamar seluas 98 meter persegi (m2), lengkap dengan meubelair, listrik, dan air.
“Hunian ASN akan selesai 100 persen minimal 8 tower. Kami menargetkan 14 tower, tapi yang kami laporkan pada hari ini adalah 8 tower. Nanti pas 17 Agustus, semuanya sudah siap sebanyak 14 tower,” ungkap Basuki dalam Konferensi Pers Bulan Kemerdekaan yang diadakan di Gedung Utama Kemensetneg, Kamis (1/8/2024) lalu.
Untuk Rumah Tapak Jabatan Menteri (RPTJM), Basuki menambahkan bahwa sebanyak 14 unit dari target 34 unit akan fungsional. Setiap unit sudah dilengkapi dengan meubelair serta sarana-prasarana yang diatur oleh Kemensetneg.
Kantor Berbagi
Saat mengunjungi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan tower hunian ASN, dukungan digital untuk hunian ASN, MenPANRB Abdullah Azwar Anas mengungkapkan pola kerja baru melalui penerapan shared offices.
Dalam konsep ini, beberapa instansi pemerintah akan berbagi ruang kantor di gedung yang sama atau bahkan di lantai yang sama.
Skema "kantor berbagi" ini mengedepankan konektivitas antar kementerian/lembaga, baik secara fisik maupun digital, yang ditunjang dengan model smart office (perkantoran pintar).
"Konsep shared office ini dilakukan untuk mendukung transformasi perubahan cara kerja melalui flexible working arrangement dengan workspace yang informal dan berbasis digital," pungkas Anas.
IKN dibangun dengan memperhatikan tiga konsep. Pertama, forest city atau kota hutan yang penuh area hijau.
Kedua, smart city atau kota cerdas yang ditopang dengan teknologi dalam setiap aktivitas kotanya.
Konsep terakhir yang diusung adalah liveable city atau kota yang nyaman ditinggali.(*)
Editor : Heri Sugiarto