Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengenal Fadli Zon, Menteri dalam Periode Prabowo-Gibran: Politikus yang Miliki Passion Kebudayaan

Novitri Selvia • Selasa, 22 Oktober 2024 | 10:38 WIB
SOSOK TEPAT: Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. (Jawapos)
SOSOK TEPAT: Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. (Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-RENDAH hati (low profile) dan berdedikasi dalam melestarikan serta memajukan kebudayaan, khususnya di Sumatera Barat.

Salah satu wujud nyatanya dengan mendirikan Rumah Budaya Fadli Zon yang berhadapan dengan Rumah Puisi Taufiq Ismail di Aieangek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar,.

Begitulah Muhammad Subhan menilai sosok Fadli Zon yang pada Kabinet Merah Putih dipercaya sebagai Menteri Kebudayaan.

Subhan merupakan penulis, pegiat literasi, founder Sekolah Menulis Elipsis, dan mantan Manajer Rumah Puisi Taufiq Ismial 2009—2012. Pada saat jadi manajer itulah dia memiliki kesempatan mengenal Fadli Zon lebih dekat.

“Pendirian Rumah Budaya ini mencerminkan komitmen Fadli Zon untuk menciptakan ruang bagi berbagai kegiatan seni dan budaya di Sumatera Barat,” ungkapkanya kepada Padang Ekspres, kemarin.

Berkat inisiatifnya, Rumah Budaya Fadli Zon telah menjadi tempat berkumpulnya para seniman, budayawan, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang memperkuat identitas budaya lokal.

Aktivitas-aktivitas yang diselenggarakan di Rumah Budaya Fadli Zon, mulai dari pameran seni, pelatihan, hingga diskusi budaya, kata Subhan, menunjukkan komitmen Fadli Zon terhadap pelestarian warisan budaya Minangkabau.

Fadli Zon juga seringkali terlibat secara langsung dalam memfasilitasi kegiatan ini, menciptakan jembatan antara generasi muda dan nilai-nilai budaya tradisional.

Usahanya ini tidak hanya menunjukkan kecintaan terhadap kebudayaan, tetapi juga pemahamannya tentang pentingnya menjaga nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi.

“Dengan demikian, Fadli Zon merupakan sosok yang memiliki peran signifikan dalam memajukan kebudayaan di Sumatera Barat, melalui perhatian yang tulus dan upaya menciptakan ruang-ruang budaya yang relevan bagi masyarakat.

Dengan terpilihnya Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan, sebutnya, harapan bagi kemajuan kebudayaan khususnya di Sumatera Barat tentu cukup tinggi.

Sebagai sosok yang dikenal aktif dalam bidang budaya dan literasi, Fadli Zon dipandang memiliki visi untuk mengembangkan sektor kebudayaan melalui berbagai inisiatif yang konkret.

Di antara harapan-harapan itu adalah pelestarian dan pengembangan warisan budaya, meningkatkan literasi dan pendidikan budaya, pariwisata berbasis kebudayaan, sinergi antara pemerintah dan komunitas budaya peningkatan akses terhadap kebudayaan, penguatan identitas budaya nasional, inovasi dalam program kebudayaan, dukungan untuk kegiatan seni dan budaya daerah, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Terpisah, tokoh pers Sumbar Hasril Chaniago menekankan, Fadli Zon memang orang yang berlatar belakang politik. Namun ia memiliki passion di bidang kebudayaan.

Dia pun menilai, sebagai menteri kebudayaan, Fadli Zon merupakan sosok yang sangat tepat dari latar belakang pendidikan, aktifitasselama ini, maupun intelektualitas yang ia miliki di samping sebagai orang partai politik.

Namun dia mengingatkan, kedepannya ada banyak hal yang harus menjadi perhatian Fadli Zon dalam mengemban jabatannya sebagai menteri kebudayaan di satu periode pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Banyak persoalan kita, seluruh aspek kegiatan manusia pada intinya merupakan kebudayaan. Barangkali di tangan Fadli Zon betul-betul dirumuskan strategi dengan kebijakan pembangunan budaya Indonesia. Bagaimana ia merajut potensi-potensi kekuatan budaya suku-suku bangsa di Indonesia menjadi suatu budaya kebangsaan Indonesia,” ungkapnya.

Dikutip dari portal resmi Partai Gerindra, Fadli Zon lahir di Jakarta pada 1 Juni 1971. Meraih gelar Sarjana Kajian Rusia dari Universitas Indonesia, Magister Studi Pembangunan dari London School of Economics and Political Science (LSE) di Inggris Raya, dan gelar doktor dalam Sejarah Pemikiran Ekonomi dari Universitas Indonesia
Ia memulai karir politiknya di DPR sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR RI) periode 1997–1999.

Pada Pemilu 2014, Fadli Zon yang merupakan salah satu pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), diangkat sebagai Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.

Ia menjabat sebagai Plt. Ketua DPR RI sebanyak dua kali (2015-2016 dan 2017-2018). Ia telah beberapa kali memimpin delegasi Parlemen Indonesia di berbagai forum internasional, regional dan bilateral.

Wikipedia mencatat, Fadli Zon merupakan putra pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Zon Harjo dan Ellyda Yatim. Keduanya berasal dari suku Minangkabau, tepatnya dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Masa kecil Fadli dihabiskan di desa Cisarua, Bogor.

Lalu dia SMP dan SMA di Jakarta hingga menyambung pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia pada tahun 1997. Pada 1989 hingga 1990 Fadli lanjut ke Harlandale High School Texas USA.

Kemduian mendapat Master of Science (MSc) Development Studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris tahun 2003. Terkahir dia menempuh S3 Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia tahun 2016. (wrd/yud/shy)

Editor : Novitri Selvia
#fadli zon #Menteri Kebudayaan #Kabinet Merah Putih #Rumah Budaya Fadli Zon