PADEK.JAWAPOS.COM-KABINET Merah Putih kembali menempatkan Airlangga Hartarto sebagai menteri koordinator bidang perekonomian. Namun, dalam penugasan sebagai Menko kali ini, Airlangga mengaku mendapat tugas tambahan.
Airlangga menjelaskan, hal itu seiring tidak adanya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dalam Kabinet Merah Putih. Karena itu, fungsi Kemenko Marves berpindah ke Kemenko Perekonomian.
“Ada perubahan dari konsentrasi kantor Kemenko Perekonomian.
Energi, investasi, dan pariwisata masuk di bawah Kemenko Perekonomian,” ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian kemarin (21/10).
Dengan penugasan tersebut, Airlangga mengaku akan mendorong kinerja sektor terkait. “Pesannya jelas, harus mengumpulkan devisa, meningkatkan investasi, dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” imbuhnya.
Airlangga juga menjelaskan sejumlah program ke depan. Mulai dari penajaman program subsidi, renewable energy yang terus berkembang, hingga kerja sama ekonomi internasional yang dalam jangka waktu dekat juga akan terdapat forum G20 dan APEC.
“Nah, tentu koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri menjadi penting, karena ini tentu ada realigning yang baru. Jadi, kita perlu menjalin kerja sama dengan seluruh kementerian, dan juga kementerian di luar koordinator perekonomian. Karena kita harus berbicara fiscal policy, bicara trade policy, seluruhnya tidak bisa tidak, dengan kementerian keuangan juga,” terangnya.
Selain Airlangga, Rosan P Roeslani juga kembali menduduki posisi lamanya. Dalam Kabinet Merah Putih, Rosan masih menjabat menteri investasi/kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ke depan, Rosan menyebut akan terus fokus dalam pengembangan investasi dan program hilirisasi.
“Kami sudah sampaikan ini jadi fokus utama dan pengembangan investasi hilirisasi, sehingga nilai tambah itu di Indonesia dan paling penting bagaimana penciptaan lapangan pekerjaan menjadi prioritas utama,” paparnya di Istana Negara kemarin (21/10).
Presiden Prabowo, kata Rosan, meminta agar hilirisasi dijalankan secara meluas, bukan cuma di sektor pertambangan. Dengan begitu, lapangan kerja tercipta dan pada akhirnya ekonomi Indonesia bisa tumbuh dengan baik.
“Intinya adalah arahannya supaya lebih banyak hilirisasi yang dijalankan, tidak hanya di pertambangan dan supaya nilai tambahnya itu kita yang menikmati. Ujungnya adalah peningkatan lapangan pekerjaan bisa terus tercipta,” tuturnya. (dee/c17/oni/jpg)
Editor : Novitri Selvia