Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

500 Ribu Orang Mengungsi Akibat Topan Man-yi

Novitri Selvia • Senin, 18 November 2024 | 10:38 WIB
Topan Man-yi landa Filipina. (Jawapos)
Topan Man-yi landa Filipina. (Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-Rentetan topan dahsyat terus menerjang Filipina. Kemarin (17/11) lebih dari setengah juta warga mencari perlindungan akibat datangnya Man-yi, badai besar terbaru yang mengancam negara kepulauan itu.

Laporan dari CNN kemarin, topan super Man-yi, yang disebut warga lokal sebagai Pepito, dilaporkan tiba kali pertama di pantai Provinsi Pulau Catanduanes pada Sabtu (16/11) malam. Man-yi kemudian bergerak melalui laut menuju pulau utama di Pantai Luzon.

Badan meteorologi pemerintah, PAGASA, menyebut Man-yi adalah topan keempat yang melanda Filipina hanya dalam dua minggu terakhir.

Menurut analisis CNN terhadap basis data badai historis Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS, lintasan badai diproyeksikan akan lebih jauh ke selatan daripada tiga topan sebelumnya. Man-yi dikhawatirkan berdampak pada lebih banyak orang.

PAGASA melaporkan, Man-yi diperkirakan melemah secara signifikan saat bergerak melintasi Pulau Luzon. Luzon adalah rumah bagi lebih dari separo populasi negara tersebut.

“Namun, badai ini masih menimbulkan situasi yang berpotensi membahayakan dan mengancam jiwa,” bunyi laporan PAGASA.

Man-yi memiliki kecepatan angin maksimum 185 kilometer per jam di dekat pusatnya. Embusan angin mencapai 230 km/jam. Menurut PAGASA, kecepatan itu setara dengan badai kategori 3. Man-yi juga menyebabkan munculnya gelombang pasang.

Filipina dilanda banyak badai setiap tahunnya. Tetapi, tingginya kecepatan topan, berturut-turut datang tiada henti dalam sebulan terakhir, telah mempersulit upaya pemulihan. Ribuan orang masih berada di tempat pengungsian.

Menjelang kedatangan Man-yi, lebih dari 500.000 orang telah dievakuasi di wilayah Bicol, Luzon. Laporan Reuters, seorang pejabat bencana memprediksi jumlah warga yang mengungsi akan meningkat.

Laporan Kantor Berita Filipina (PNA), setidaknya 26.000 orang di Provinsi Samar Utara dievakuasi pada Jumat dan Sabtu. Sebanyak 18.000 orang lainnya dievakuasi terlebih dahulu dari Provinsi Samar Timur dan Samar.

Kepala Pertahanan Sipil Ariel Nepomuceno mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada korban yang dilaporkan. Namun, topan itu merusak rumah, sekolah, dan bangunan komersial di Catanduanes.

Badai tersebut diperkirakan membawa gelombang badai setinggi beberapa meter yang berpotensi menimbulkan bencana, angin kencang yang merusak dan pemadaman listrik yang meluas, banjir parah, serta tanah longsor di sebagian besar wilayah Luzon Timur. (*/c7/bay/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Topan Man yi #Pantai Luzon #Pulau Catanduanes #filipina #PAGASA