Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

APBN 2025: Pendidikan dan Kesehatan masih jadi Prioritas Utama

Suci Kurnia Putri • Rabu, 11 Desember 2024 | 10:31 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto
PADEK.JAWAPOS.COM–Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam APBN 2025.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedua sektor ini sebagai solusi strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/12/2024), Presiden mengungkapkan bahwa alokasi anggaran terbesar dalam APBN 2025 dialokasikan untuk pendidikan.

“Melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan inilah kita bisa membebaskan masyarakat dari kemiskinan. Indonesia memilih pendidikan sebagai prioritas dibandingkan sektor lain, seperti pertahanan,” ujar Presiden.

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, APBN 2025 berfokus pada pembangunan prioritas yang mencakup stabilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan ekonomi.

Total belanja negara mencapai Rp3.621,3 triliun, dengan Rp2.701,4 triliun dialokasikan untuk belanja pemerintah pusat dan Rp919,9 triliun untuk transfer ke daerah.

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial dan subsidi tepat sasaran sebagai bagian dari strategi besar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah terus berupaya menyempurnakan kebijakan subsidi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan.

“Makan bergizi adalah hal strategis. Dengan memastikan gizi anak-anak terpenuhi, kita tidak hanya menyelamatkan masa depan generasi muda, tetapi juga memberdayakan ekonomi daerah,” jelas Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu inovasi dalam pengelolaan anggaran tahun ini adalah penggunaan aplikasi SAKTI yang menyederhanakan proses penyusunan anggaran dari 12 tahap menjadi hanya 4 tahap.

Dengan langkah ini, manfaat anggaran diharapkan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat sejak awal 2025.

Berbeda dengan beberapa negara yang memprioritaskan sektor pertahanan, Indonesia fokus pada pembangunan manusia melalui pendidikan dan kesehatan.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang efisien dan berorientasi pada prioritas.

“Tidak semua pengajuan dari daerah atau kementerian dapat dipenuhi tahun ini, tetapi kita percaya strategi ini akan memungkinkan realisasi semua prioritas di masa mendatang,” ujarnya.

Dengan alokasi yang jelas dan strategi yang terarah, APBN 2025 diharapkan dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Fokus pada pendidikan dan kesehatan sebagai sektor prioritas menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun fondasi Indonesia yang lebih kuat dan inklusif di masa depan. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Sektor Pendidikan dan Kesehatan #Presiden Prabowo #APBN 2025 #Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran