Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Belanda Kembalikan 272 Objek Warisan Budaya Indonesia

Novitri Selvia • Rabu, 18 Desember 2024 | 11:05 WIB

Fadli Zon. (Foto: IG)
Fadli Zon. (Foto: IG)

PADEK.JAWAPOS.COM-Proses repatriasi objek warisan budaya Indonesia dari Belanda terus berlangsung. Terbaru, ada 272 benda yang dikembalikan.

Pemulangan itu ditandai dengan serah terima antara Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen. Pertemuan dilaksanakan Senin (16/12) di Museum Nasional Indonesia.

Menbud menjelaskan, dalam serah terima kali ini, Kementerian Kebudayaan menerima penyerahan 204 objek warisan budaya Indonesia dari Belanda dan tambahan 68 benda dari koleksi Museum Rotterdam.

Dengan demikian, total 272 barang dikembalikan dalam proses repatriasi kali ini. Penyerahan itu merupakan kesepakatan kelima dalam proses repatriasi yang sedang berlangsung.

Dengan penambahan ini, jumlah total warisan budaya Indonesia yang direpatriasi dari Belanda mencapai 828 objek. Sebelumnya, telah ditandatangani pengaturan teknis tentang kerja sama repatriasi objek budaya sejarah Indonesia pada 2023.

Ada sejumlah dokumen yang disepakati. Di antaranya, dokumen penyerahan untuk 472 objek dalam batch 1 pada 2023. Termasuk arca Singasari, keris Puputan Klungkung, harta Lombok, dan karya seni Pita Maha.

Kemudian, dokumen penyerahan untuk 288 objek dalam batch 2 pada 2024, termasuk artefak dari Perang Puputan Badung dan Tabanan. Termasuk 84 objek dalam pengiriman pertama batch 2 pada 2024. Benda bersejarah itu di antaranya arca Bhairava, Nandi, Ganesha, dan Brahma.

“Sebagai bentuk kelanjutan MoU antara Indonesia dan Belanda tersebut, akhirnya telah dilaksanakan penyerahan pengiriman kedua batch 2 pada 2024 dengan 204 objek terakhir. Ditambah 68 artefak tambahan dari Museum Rotterdam,” jelasnya.

Fadli Zon melanjutkan, dari 204 objek itu, sebagian besar berasal dari koleksi Puputan Badung. Pengembalian ini, menurut dia, mencerminkan perjalanan penyembuhan dan rekonsiliasi, menjembatani masa lalu dan masa kini, serta memungkinkan kedua pihak memahami dan melestarikan identitas bangsa.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih atas niat baik dan kerja sama dari pihak Belanda yang telah memungkinkan hal ini. Kita juga berharap upaya kolaboratif ini dapat menjadi model bagi upaya serupa dengan negara dan institusi lain di seluruh dunia,” ungkapnya. (mia/c19/dio/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#fadli zon #warisan budaya #Belanda kembalikan objek warisan budaya Indonesia #Marc Gerritsen