Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemenag Terbitkan Izin Pendirian untuk 43 Lembaga Pendidikan Pesantren di Indonesia, Berikut Daftarnya!

Randi Zulfahli • Jumat, 7 Februari 2025 | 11:07 WIB

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kementerian Agama (Kemenag) kembali memperkuat eksistensi pendidikan pesantren di Indonesia dengan menerbitkan izin pendirian bagi 43 lembaga pendidikan pesantren.

Penerbitan izin ini mencakup 4 Ma’had Aly, 23 Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), dan 16 Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Pendirian diselenggarakan di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menggarisbawahi pentingnya transformasi pesantren di era modern.

“Saat ini, pendidikan pesantren telah memiliki kedudukan yang setara dengan institusi pendidikan lainnya. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2019, lulusan pesantren memiliki peluang yang sama, termasuk untuk berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara,” jelas Suyitno.

Dalam upaya meningkatkan daya saing pesantren, Suyitno menekankan tiga aspek utama yang perlu dikembangkan, yaitu kajian lingkungan berbasis fikih, penanaman nilai-nilai toleransi, dan penguatan semangat nasionalisme.

Ketiga aspek ini dinilai krusial untuk mempertahankan relevansi pesantren di tengah dinamika zaman.

“Pendidikan Islam di Indonesia kini semakin kokoh dan siap menghadapi berbagai tantangan,” tegas Suyitno dengan optimis.

Sementara itu, Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengungkapkan perkembangan signifikan jumlah lembaga pendidikan pesantren hingga Februari 2025.

Tercatat 89 Ma’had Aly telah beroperasi dengan berbagai fokus kajian, meliputi ilmu hadis, tafsir, tasawwuf, sejarah peradaban Islam dan fikih.

Jumlah SPM mencapai 373 lembaga, sedangkan PDF yang dibina Kemenag berjumlah 219 lembaga, baik tingkat wushta maupun ‘ulya.

Dalam kesempatan yang sama, seluruh pimpinan lembaga penerima SK menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas pendidikan dan melaksanakan amanah dari Kemenag.

“Kami memastikan setiap lembaga penerima SK telah melewati serangkaian tahapan verifikasi dan visitasi sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan implementasi standar penjaminan mutu yang ketat, kredibilitas pesantren sebagai institusi pendidikan semakin terjamin,” ungkap Basnang Said.

Berikut daftar Lembaga Pendidikan Pesantren penerima SK:

  1. Ma’had Aly
  2. Ma’had Aly Yanbu’ul Quran, Kudus, Jawa Tengah
  3. Ma’had Aly Darul Lughah Wal Karomah, Probolinggo, Jawa Timur
  4. Ma’had Aly Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk, Jawa Timur
  5. Ma’had Aly Lirboyo, Kediri, Jawa Timur
  6. Satuan Pendidikan Muadalah
  7. SPM Ulya Sulaimaniyah Al Husna, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan
  8. SPM Ulya Baitul Mustaqim, Lampung Tengah, Lampung
  9. SPM Ulya Yayasan Pondok Pesantren Nurul Azhar, Lombok Timur, NTB
  10. SPM Wustha Yayasan Pondok Pesantren Nurul Azhar, Lombok Timur, NTB
  11. SPM Wustha Kulliyatu-L-Mu’Allimin Al-Islamiyah Pondok Pesantren Al-Fatih, Takalar, Sulawesi Selatan
  12. SPM Ulya Kulliyatu-L-Mu’Allimin Al-Islamiyah Pondok Pesantren Al-Fatih, Takalar, Sulawesi Selatan
  13. SPM Ulya Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia, Agam, Sumatera Barat
  14. SPM Wustha Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia, Agam, Sumatera Barat
  15. SPM Wustha Syuhratul Islam Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan
  16. SPM Ulya Ma’had Tahfidz Syuhratul Islam, Muara Enim, Sumatera Selatan
  17. SPM Wustha Mahad Qurratul Ayun Darussalam, Kota Palembang, Sumatera Selatan
  18. SPM Ulya An-Nur Tangkit, Muaro Jambi, Jambi
  19. SPM Wustha An-Nur Tangkit, Muaro Jambi, Jambi
  20. SPM Ulya Kumpeh Daaru Attauhid, Muaro Jambi, Jambi
  21. SPM Wustha Kumpeh Daaru Attauhid, Muaro Jambi, Jambi
  22. SPM Wustha Riyadhul Amien, Muaro Jambi, Jambi
  23. SPM Ulya Riyadhul Amien, Muaro Jambi, Jambi
  24. SPM Wustha Jauharotut Tauhid, Kota Serang, Banten
  25. SPM Ulya Jauharotut Tauhid, Kota Serang, Banten
  26. SPM Wustha Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Salafiyah, Tegal, Jawa Tengah
  27. SPM Ulya Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Salafiyah, Tegal, Jawa Tengah
  28. SPM Ulya Tarbiyat Al Mu’allimin Wal Mu’allimat Al Islamiyah Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah
  29. SPM Ulya Ar Raihan, Wonogiri, Jawa Tengah
  30. Pendidikan Diniyah Formal
  31. PDF Wustha Da’watul Arsyadiah, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
  32. PDF Wustha Darul Falah, Barito Kuala, Kalimantan Selatan
  33. PDF Ulya Darul Falah, Barito Kuala, Kalimantan Selatan
  34. PDF Ulya Al Fikrah Citra Madinatul Ilmi, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
  35. PDF Wustha Al Fikrah Citra Madinatul Ilmi, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
  36. PDF Wustha Anwar Futuhiyyah, Sleman, D.I. Yogyakarta
  37. PDF Wustha Unwanul Falah JQH, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
  38. PDF Ulya Al Hidayah, Kampar, Riau
  39. PDF Ulya Al Urwatul Wutsqaa, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan
  40. PDF Ulya Salafiyah Al-Hikmah, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah
  41. PDF Wustha Raudlatul Uluum, Labuhan Batu, Sumatera Utara
  42. PDF Ulya Raudlatul Uluum, Labuhan Batu, Sumatera Utara
  43. PDF Ulya As-Syahaadah, Pakpak Bharat, Sumatera Utara
  44. PDF Wustha Dan Zawiyah Arkanuddin, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara
  45. PDF Ulya Dan Zawiyah Arkanuddin, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara
  46. PDF Wustha Al Falah Mudal, Rembang, Jawa Tengah

Melalui penerbitan izin ini, Kemenag terus mendorong perkembangan pendidikan pesantren di Indonesia, sekaligus memastikan standarisasi mutu pembelajaran yang berkualitas.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa. (*)

Editor : Adetio Purtama
#kementerian agama #pesantren #Pendidikan Diniyah Formal #lembaga pendidikan pesantren #kemenag #Satuan pendidikan muadalah