Prosesi pelantikan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dilantik secara serentak oleh presiden sejak diberlakukannya pemilihan langsung.
Para kepala daerah yang dilantik terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota.
Sebelum dilantik, Fadly Amran dan Maigus Nasir bersama para kepala daerah dan wakil kepala daerah lainnya, mengikuti prosesi kirab dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka, Jakarta.
Para kepala daerah dan wakil kepala daerah membentuk barisan yang diiringi drum band Gita Praja dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan berjalan kaki menuju Kompleks Istana Kepresidenan.
Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo menyematkan tanda pangkat kepada enam orang perwakilan kepala daerah sebagai simbol peresmian jabatan.
Usai prosesi pelantikan, seluruh kepala daerah mengikuti pembekalan (retret) di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada tanggal 21—28 Februari 2025.
Pemenang Pilkada Padang
Fadly Amran dan Maigus Nasir dilantik setelah memenangkan Pilkada Padang 2024. Pada rapat pleno penetapan yang dilakukan KPU Kota Padang, Kamis (6/2/2025), pasangan Fadly Amran dan Maigus Nasir memperoleh 176.648 ribu suara atau setara 55,17 persen dari total suara sah. Sementara, Hendri Septa-Hidayat mengantongi 88.859 suara, serta M.Iqbal dan Amasrul memperoleh 54.685 suara.
Setelah resmi ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang terpilih, pada Senin (17/2/2025) lalu, Fadly Amran dan Maigus Nasir menggelar pertemuan strategis dengan jajaran pejabat Pemerintah Kota Padang untuk menyinkronkan visi, misi, dan program unggulan (Progul) dalam Rapat Rumah Gadang Baiturrahmah, Padang.
Pertemuan saat itu dihadiri Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree Harmadi Algamar, Pj Sekda Yosefriawan, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang.
Siapkan Program 100 Hari
Dalam forum ini, setiap OPD mempresentasikan rencana kerja mereka, termasuk program 100 hari kerja serta strategi jangka panjang, seperti upaya mewujudkan konsep Smart City di Kota Padang.
Fadly Amran menegaskan pentingnya keberanian Kota Padang dalam memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan nilai agama dan budaya yang menjadi identitas kota.
"Smart City bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana inovasi ini dapat meningkatkan pelayanan publik, efisiensi birokrasi, dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh OPD untuk mengembangkan ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan berbasis teknologi tanpa melupakan kearifan lokal.
"Kita harus tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi identitas Padang," ujar Fadly Amran yang juga Ketua DPW Nasdem Sumbar dan pernah menjabat Wali Kota Padangpanjang.
Selain itu, Fadly menekankan pentingnya perencanaan matang dalam birokrasi pemerintahan sebelum dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang.
"Melalui rapat ini, kami berharap seluruh pimpinan OPD memahami visi, misi, serta program unggulan kami. Sinergi antar perangkat daerah sangat penting untuk memastikan pembangunan Kota Padang berjalan sesuai rencana," pesannya.
Fadly juga menegaskan kepada semua kepala OPD bahwa dirinya akan menagih realisasi dari seluruh rencana pemko yang sudah ditetapkan. "Apa yang sudah diinstruksikan, itulah yang akan saya tagih," tegasnya.
Sementara itu, Maigus Nasir mengajak seluruh pejabat dan ASN Pemko Padang untuk bersatu dalam mendukung implementasi visi dan misi tersebut.
"Mari kita satu tujuan untuk mencapai kejayaan Kota Padang. Kita perkuat koordinasi dan kolaborasi agar program-program ini sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," tegas Maigus Nasir.
Salah satu hal yang harus menjadi perhatian, kata Maigus Nasir adalah penertiban anak jalanan dan pengemis yang sering beraktivitas di lampu merah. Mereka tidak hanya ditertibkan, tapi ditanggung oleh pemko karena sudah ada solusinya.
"Pak wali kota sudah punya strategi dan kiat untuk merealisasikan itu setelah dilantik," kata Maigus Nasir yang dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah.(*)
Editor : Heri Sugiarto