Dalam rumor yang beredar, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Muliaman. Selain itu, Pandu Patria Sjahrir juga dikabarkan berpotensi menjadi operator utama Danantara.
Secara organisasi, pucuk kepemimpinan Danantara berada langsung di bawah presiden. Struktur lembaga ini terdiri atas tiga elemen utama, yaitu Dewan Pengawas, Dewan Penasihat, dan Badan Pengelola Danantara.
Dewan Pengawas diketuai oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan beranggotakan perwakilan dari Kementerian Keuangan serta pejabat yang ditunjuk langsung oleh presiden. Sementara itu, Dewan Penasihat akan diisi oleh para pakar ekonomi, bisnis, dan kebijakan politik untuk memastikan tata kelola yang profesional dan efektif.
Analis pasar modal Hans Kwee menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan Danantara. Menurutnya, badan ini harus dijauhkan dari kepentingan politik agar tidak menjadi ajang penugasan proyek infrastruktur yang tidak menguntungkan. “Kalau sampai gagal, bisa seperti 1MDB di Malaysia yang kasus korupsinya luar biasa besar,” ujarnya, Rabu (21/2).
Hans juga menyoroti revisi Undang-Undang (UU) BUMN yang menyatakan bahwa kerugian dalam pengelolaan BUMN tidak dianggap sebagai kerugian negara. Ia menilai perubahan ini bisa memberi keleluasaan bagi direksi dalam mengambil keputusan strategis tanpa khawatir tersandung masalah hukum.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menekankan pentingnya kejelasan pembagian wewenang antara Kementerian BUMN dan Danantara.
“Kementerian harus tetap berperan sebagai regulator, sedangkan Danantara sebagai operator. Jangan sampai ada tumpang tindih kepentingan,” katanya.
Ia juga menyoroti perlunya kejelasan mengenai BUMN mana saja yang akan masuk dalam pengelolaan Danantara serta batasan kewenangan badan tersebut.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan bahwa kantor Danantara saat ini sedang dalam tahap persiapan. Salah satu aset Bank Mandiri rencananya akan digunakan sebagai kantor utama badan ini.
Menurut Erick, Danantara akan berperan dalam mengelola BUMN secara operasional serta mengoptimalkan pengelolaan dividen BUMN. Ia optimistis badan ini dapat menjadi fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, dengan catatan adanya sinergi yang erat antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Transformasi BUMN melalui pembentukan BPI Danantara merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi nasional,” pungkasnya.(jpg)
Editor : Hendra Efison