Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tiga Hari Retret, Tiga Kepala Daerah Masuk RS: Kelelahan, Ada yang Diinfus, Ada yang Tensinya Naik

Novitri Selvia • Senin, 24 Februari 2025 | 10:45 WIB

Bima Arya.(Jawapos)
Bima Arya.(Jawapos)


PADEK.JAWAPOS.COM-Aktivitas orientasi kepemimpinan atau retret di Magelang dirasa berat oleh sebagian kepala daerah. Buktinya, baru tiga hari acara berjalan, sudah ada lima kepala daerah yang sakit. Tiga orang harus dirawat di rumah sakit dan dua lainnya beristirahat di dalam tenda.

Kondisi para kepala daerah itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya kemarin (23/2). Namun, tidak disebutkan siapa saja kepala daerah yang dimaksud.

“Tadi saya baru nengok. Tapi masih terkontrol, tensinya tinggi. Mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Tidar (Kota Magelang, red). Tapi, kondisinya baik,” jelasnya kepada wartawan dilansir dari Jawa Pos Radar Magelang (grup Padang Ekspres) kemarin (23/2).

Dia menduga para kepala daerah itu kelelahan dan kurang tidur. Namun, dia berkali-kali menegaskan bahwa kondisi mereka baik-baik saja. Hanya butuh istirahat.

“Karena kelelahan, kemudian diinfus. Ada yang tensinya tinggi, gula darah tinggi. Kesimpulan dokter karena terlalu lelah,” jelasnya.

Dia memaklumi kondisi tersebut. Sebab, agenda kegiatan sejak pelantikan cukup padat. Untuk dua kepala daerah yang meminta beristirahat di dalam tenda, Bima Arya mengaku memberikan dispensasi.

“Karena kondisi yang tidak memungkinkan, diperbolehkan untuk tidak mengikuti pembelajaran,” ucapnya.

Dia juga mengakui, ada beberapa kepala daerah yang diizinkan meninggalkan lokasi acara karena alasan mendesak.

“Saya kira banyak hal kita harus manusiawi. Ada lapor ke kami anaknya sakit parah sehingga tidak konsen di sini dan ditunjukkan bukti-bukti dari dokter, maka kita izinkan untuk keluar,” jelasnya.

Ada juga kondisi di daerah yang situasinya harus segera diselesaikan oleh kepala daerah. Untuk kasus yang ini, Bima memfasilitasi kepala daerah untuk bertemu dengan sekretaris daerah (Sekda).

Untuk yang ingin bezuk, bisa minta izin ke panitia. Selama tidak mengganggu jam-jam pembelajaran, panitia akan memberi izin.

Bima Arya menyampaikan, ada kemungkinan kepala daerah asal PDIP bergabung dalam retret. Sebab, dia merasakan antusiasme yang besar dari para kepala daerah asal PDIP.

“Ada kemungkinan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada yang bergabung,” ucapnya. Namun, dia belum bisa memastikan kapan para kepala daerah asal PDIP itu bergabung.

Bima tidak mempermasalahkan ketidakhadiran mereka. Sebab, materi yang akan disampaikan sejumlah menteri baru dimulai tadi malam hingga hari ini.

“Ya kita tunggu. Kalau dari data yang ada, sebagian sudah berada di sini. Yang belum bergabung 47, silakan hitung sendiri kira-kira yang sudah ada di dalam berapa,” ucapnya.

Kursi Kosong Sekjen PDIP

PDI Perjuangan (PDIP) memastikan tidak akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) sekretaris jenderal (Sekjen) untuk menggantikan posisi Hasto Kristiyanto yang ditahan KPK. Hingga kemarin, komando organisasi dipegang penuh oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Megawati telah menginstruksikan kepada seluruh kader partai banteng tersebut untuk menjaga soliditas partai dengan mengedepankan persatuan dan kesetiaan terhadap garis perjuangan serta keputusan partai.

Megawati juga meminta seluruh kader untuk tenang dan siaga menghadapi situasi terburuk. Keputusan PDIP yang belum menunjuk Plt Sekjen tersebut dibarengi dengan menguatnya gonjang-ganjing pergantian Sekjen baru definitif.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, ada beberapa nama elite PDIP yang masuk bursa. Di antaranya Ahmad Basarah, Andi Widjajanto, dan Olly Dondokambey.

Ada pula nama Said Abdullah dan Komarudin Watubun yang juga masuk bursa Sekjen PDIP. Semua nama tersebut merupakan kader senior PDIP yang telah lama membersamai Megawati.

Beberapa di antaranya adalah pengurus inti di DPP PDIP. Misalnya, Ahmad Basarah dan Watubun yang sama-sama menjabat ketua DPP.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, posisi Sekjen di kepengurusan partai sangat vital. Sebab, Sekjen merupakan orang nomor dua di partai setelah ketua umum.

“Sekjen mendesain, merencanakan, termasuk mengorkestrasi keputusan-keputusan dan kepentingan partai,” kata Adi kepada Jawa Pos kemarin (22/2).

Adi menyebut, Sekjen di organisasi kepartaian ibarat nadi kehidupan dan menjadi replika kebijakan-kebijakan partai.

Sekjen juga punya fungsi utama dalam menerjemahkan dan mengesekusi keputusan-keputusan partai. Terutama keputusan partai yang telah disetujui ketua umum. (tyo/elo/rfk/c19/oni/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#bima arya #Retret Kepala Daerah #pdip #hasto kristiyanto