Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemerintah Segel dan Bongkar Tempat Wisata di Puncak Bogor, Langkah Berani Atasi Banjir

Hendra Efison • Sabtu, 8 Maret 2025 | 06:27 WIB

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melakukan penyegelan bangunan di kawasan wisata Hibisc Fantasy Puncak, Bogor.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melakukan penyegelan bangunan di kawasan wisata Hibisc Fantasy Puncak, Bogor.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah mengambil langkah tegas dengan menyegel dan membongkar tempat wisata di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya menyelesaikan masalah banjir langsung dari hulunya.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN, H. Arisal Aziz, menyebut langkah ini sebagai keputusan yang berani dan cepat. Ia mengapresiasi gerak cepat Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam menertibkan tempat wisata dan bangunan yang melanggar aturan lingkungan.

“Ini baru langkah yang berani ke penyebab masalah banjir di hulunya langsung,” ujar Arisal Aziz di Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Penyegelan Empat Lokasi Wisata

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan memimpin langsung penyegelan empat lokasi wisata yang dinilai melanggar alih fungsi lahan. Tempat-tempat yang disegel antara lain:

  1. Hibisc Fantasy
  2. Eiger Adventure di Megamendung
  3. Pabrik Teh di dekat Telaga Saat
  4. Pabrik Teh di kawasan Agrowisata Gunung Mas

Menurut Zulkifli Hasan, kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango telah beralih fungsi dari daerah lindung dan perkebunan menjadi tempat wisata. Hal ini dinilai sebagai pelanggaran serius yang dapat memperparah banjir di Bogor dan sekitarnya.

“Ini sudah melanggar telak. Kalau seperti ini dibiarkan, Bogor dan Bekasi bisa luluh lantak,” tegas Zulhas.

33 Lokasi Melanggar Dokumen Lingkungan

Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, Rizal Irawan, mengungkapkan bahwa ada 33 lokasi yang melanggar dokumen lingkungan. Saat ini, baru empat yang disegel, sementara sisanya akan segera ditindak.

“Saat ini baru empat yang disegel. Sedangkan 33 tempat lainnya akan dipasang plang segel semua dalam beberapa hari ke depan,” jelas Rizal Irawan.

Penertiban Langka di Tengah Bencana

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN, H. Arisal Aziz.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN, H. Arisal Aziz.

Arisal Aziz menyoroti bahwa tindakan penyegelan dan pembongkaran ini jarang terjadi saat bencana masih berlangsung. Biasanya, eksekusi dilakukan jauh setelah bencana terjadi.

“Tindakan tegas terhadap empat lokasi wisata di Jalan Raya Puncak adalah usaha nyata untuk menyelamatkan ribuan warga Jabotabek dari bencana banjir tahunan maupun lima tahunan,” tambahnya.

Kawasan Puncak Bogor sudah lama dipenuhi bangunan dan tempat wisata yang melanggar peraturan daerah serta aturan lingkungan. Namun, selama ini belum ada tindakan konkret untuk menertibkan area tersebut.

Langkah ini diharapkan menjadi titik balik dalam penegakan hukum lingkungan dan pencegahan bencana di Indonesia.(*)

Editor : Hendra Efison
#Penyegelan tempat wisata Puncak #Puncak Bogor wisata ditutup #Pembongkaran bangunan ilegal Bogor #Zulhas segel tempat wisata #Penyebab banjir Jabodetabek