Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Puluhan Pelajar Diduga Keracunan MBG: Gejala Mual, Muntah, dan Pusing setelah Santap Menu Mi, Ayam Suwir, dan Semangka

Novitri Selvia • Rabu, 23 April 2025 | 11:30 WIB

Ilustrasi keracunan.(Jawapos)
Ilustrasi keracunan.(Jawapos)


PADEK.JAWAPOS.COM-Semula, DI, orang tua salah satu siswa MAN 1 Cianjur, Jawa Barat (Jabar), mengira sang anak hanya masuk angin. Sebab, dia mual, muntah, dan pusing.

Tapi, informasi dari grup WhatsApp kelas menunjukkan banyak siswa lain yang bergejala serupa. Atas rekomendasi sekolah, DI membawa anaknya ke rumah sakit.

“Setelah dicek, katanya ini dugaan dari makanan bergizi gratis (MBG). Anaknya juga bilang baru terasa tidak enak badan saat sore, setelah makan siang di sekolah,” papar DI yang meminta nama lengkap dirinya dan identitas sang anak tak ditulis kepada Radar Cianjur pada Senin (21/4) malam.

Total ada 21 pelajar MAN 1 Cianjur yang harus dilarikan ke dua rumah sakit, RSUD Sayang dan RS Bhayangkara, karena dugaan keracunan MBG pada Senin. Radar Cianjur melaporkan, menu yang disantap sekitar 800 siswa MAN 1 pada Senin siang itu mi, ayam suwir, dan semangka.

Korbannya bahkan tak cuma dari satu sekolah. Kemarin (22/4) pagi sampai siang pukul 12.00, di RSUD Sayang, Cianjur, tercatat 14 pelajar dari dua sekolah dirawat karena dugaan keracunan menu MBG.

Sebanyak 13 di antaranya dari SMP PGRI 1 Cianjur dan seorang lagi dari MAN 1 Cianjur. Kedua sekolah itu berada dalam satu kecamatan yang sama, yaitu Kecamatan Cianjur.

“Tadi siang (kemarin siang) sudah pulang yang 35 siswa. Sampai pukul 12.00 WIB, 14 murid masuk lagi dari SMP PGRI 1 Cianjur dan MAN 1 Cianjur,” ungkap Dirut RSUD Sayang Irvan Nur Fauzy.

Dari seluruh pelajar yang mengalami keracunan, saat ini masih terbilang gejala ringan dan tengah dilakukan observasi oleh pihak rumah sakit.

“Tapi, nanti kita update lagi informasi terbaru untuk kondisi yang masuk dari pagi sampai siang (kemarin),” tuturnya.

Pendataan jumlah korban yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan masih dilakukan. Terkait dugaan penyebab keracunan, dinas kesehatan telah mengambil sampel makanan serta muntahan siswa untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Saat ini kami masih menunggu hasil laboratoriumnya, apakah sumbernya dari makanan bergizi gratis atau dari makanan lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limbangansari, Cianjur, Fahri Zulfikar Lubis menjelaskan bahwa proses pengolahan makanan dilakukan dengan pengawasan ketat sejak tahap awal.

Bahan baku dicuci bersih, diolah sesuai prosedur standar, lalu dikemas dan didistribusikan ke sekolah-sekolah, termasuk MAN 1 Cianjur.

Proses Produksi

Fahri menjelaskan, proses memasak untuk sekolah dasar dimulai sejak pukul 02.00, disusul pengemasan yang selesai pukul 08.00, dan distribusi dilakukan sesudahnya.

Khusus untuk MAN 1, makanan dimasak pukul 07.00, didiamkan (resting) selama satu jam, dikemas pukul 09.00 WIB, dan tiba di sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.

“Sampel makanan memang kami simpan sesuai standar sebagai antisipasi jika terjadi kejadian seperti ini. Kami juga mencatat siswa yang tidak mengonsumsi MBG dan yang masih memiliki sisa makanan,” katanya.

Buntut insiden ini, Fahri menginformasikan bahwa dapur di Kecamatan Cianjur menghentikan produksi MBG. “Sampai masalah ini selesai kami tidak akan dulu produksi,” ujarnya.

BGN Tingkatkan Pengawasan

Kejadian di Cianjur mendapat perhatian Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penanggung jawab MBG. Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah keracunan massal itu akibat menu MBG atau bukan.

Baca Juga: Embarkasi Padang Siap Berangkatkan Jamaah Haji 3 Mei 2025, Pelayanan Ditingkatkan dan PPIH Dilantik

“Kami turut menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.

Sebagaimana Dinas Kesehatan Cianjur, Dadan juga masih menunggu hasil laboratorium. Saat ini sampel MBG yang dimasak Senin (21/4) telah dikirimkan ke Labkesda Jawa Barat.

Hasilnya akan keluar dalam rentang waktu sepuluh hari ke depan. Sebagai langkah preventif, BGN telah meningkatkan pengawasan standar penyimpanan makanan di dapur MBG.

Selain itu, pihaknya mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital. Penyedia MBG juga diberi pelatihan untuk meningkatkan keamanan pangan yang dihasilkan. (rbi/kim/lyn/mia/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#MAN 1 Cianjur #keracunan #mb #Frida Laila Yahya #Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur