Menteri PUPR Dody Hanggodo pastikan proyek tanggul laut raksasa Pantura akan dilanjutkan untuk cegah rob dan dampak perubahan iklim di utara Jawa.
Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo. “Insyaallah itu akan terlaksana. Tapi mohon juga bersabar karena kami anggarannya dari waktu ke waktu juga sangat terbatas dan ada prioritas sana-sini, tapi bukan berarti kami diam. Insyaallah kami akan tetap berjuang bersama-sama menyelesaikan segala permasalahan rob,” kata Dody, Senin (16/6/2025).
Dody menjelaskan bahwa proyek Giant Sea Wall menjadi salah satu infrastruktur paling vital dalam menghadapi ancaman banjir rob dan perubahan iklim ekstrem di kawasan pesisir utara Pulau Jawa.
Proyek ini sudah masuk dalam visi dan misi Presiden Prabowo sejak masa kampanye sebelum pemilu 2024.
“Kita tahu bahwa rob ini sudah lama karena memang kondisi dunia sedang begini, suhu dunia sedang naik, perubahan iklim, dan penurunan tanah sehingga terjadi rob. Oleh karena itu, setelah dilantik, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan kepada para menteri untuk memikirkan Giant Sea Wall dari Banten hingga Gresik,” ujar Dody.
Sebagai langkah awal, pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa. Badan ini nantinya bertugas mengoordinasikan dan mengawasi pembangunan Giant Sea Wall secara terpadu dari Jakarta hingga Semarang, termasuk wilayah rawan rob seperti Demak.
Menurut Dody, pembentukan Badan Otorita ini penting agar pembangunan tanggul laut dapat berjalan berkelanjutan, terkoordinasi lintas daerah, dan tidak terhambat oleh keterbatasan kewenangan sektoral maupun administratif.
Proyek Giant Sea Wall sendiri dirancang sebagai tanggul multifungsi yang tidak hanya mencegah masuknya air laut ke daratan, tetapi juga mendukung tata kelola air dan pengembangan kawasan pesisir yang berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison