Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pusat gempa terletak pada koordinat 2,03 Lintang Selatan dan 120,70 Bujur Timur, atau sekitar 70 kilometer barat daya Poso.
Menurut BMKG, gempa berada pada kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif di Zona Sesar Poso.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip,” kata Daryono di media sosial X-nya, Kamis malam (24/7/2025).
Meskipun tidak menimbulkan potensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Menurut Daryono, hingga pukul 22.20 WITA, hasil monitoring menunjukkan telah terjadi 22 kali gempa susulan (aftershocks) di zona Sesar Poso.
Sebelumnya, gempa ini sempat dicatat BMKG dengan parameter awal magnitudo 6,0 sebelum dimutakhirkan menjadi M5,7.
Guncangan dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah sekitar Sulawesi Tengah.
Gempa Poso dirasakan di Poso, Kolonodale dan Mangkutana dengan intensitas IV - V MMI, Palopo, Toraja, Mappadeceng dan Bungku intensitas III-IV MMI, Palu intensitas II - III MMI, Mamuju, Malunda dan Pasangkayu intensitas III MMI.
BMKG terus memantau aktivitas seismik di zona ini, dan menyarankan masyarakat agar mengikuti informasi resmi hanya dari kanal resmi BMKG, termasuk website, media sosial, dan aplikasi InfoBMKG.(*)
Editor : Heri Sugiarto