Dalam semangat itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai wujud nyata kemerdekaan di bidang gizi. Program ini bukan sekadar bantuan makanan, tetapi investasi bangsa untuk masa depan anak-anak Indonesia.
“Lewat sepiring makan bergizi, negara hadir di ruang kelas, di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan di hati masyarakat,” kata Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi, Noudhy Valdryno di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Menjangkau Jutaan Penerima Manfaat
MBG telah menjangkau 8 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Mereka terdiri dari siswa PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, ibu hamil yang terdaftar dalam layanan kesehatan, serta balita yang masuk dalam program Posyandu.
Program ini dinilai mampu meningkatkan konsentrasi dan prestasi anak di sekolah, mengoptimalkan pertumbuhan fisik, dan mendukung perkembangan otak.
Noudhy menegaskan, MBG adalah investasi jangka panjang yang diakui berbagai organisasi internasional, termasuk School Meals Coalition.
Dampak Positif pada Gizi dan Pendidikan
Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, menyebut MBG telah menunjukkan hasil positif.
Pemantauan selama 15 minggu di Kota Bogor mencatat peningkatan rata-rata Indeks Massa Tubuh (IMT) anak dan remaja. Hal serupa terjadi di Aceh, dengan perbaikan status gizi siswa sekolah dasar penerima program.
MBG juga terbukti meningkatkan konsentrasi belajar. Studi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Bogor, Papua, dan SMK Negeri 6 Medan menunjukkan peningkatan fokus belajar, kemampuan kognitif, motivasi kehadiran, dan konsentrasi siswa, khususnya bagi yang sebelumnya tidak sarapan.
Menggerakkan Ekonomi Lokal
Selain manfaat gizi dan pendidikan, MBG juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Program ini menciptakan lapangan kerja melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memberdayakan UMKM serta BUMDes sebagai pemasok bahan baku.
Salah satu pekerja SPPG, Suratina (63) dari Seyegan 01, Sleman, mengaku bersyukur mendapat pekerjaan ini. “Selain untuk kebutuhan sehari-hari, saya juga dapat teman baru di dapur SPPG. Kadang teringat cucu saat menyiapkan bekal,” ujarnya.(rel/PCO)
Editor : Heri Sugiarto