Langkah ini menjadi wujud dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada energi berbasis sumber daya domestik.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menjelaskan bahwa mandat pengembangan PLTP tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Dalam dokumen tersebut, pemerintah menargetkan kapasitas PLTP mencapai 5,2 gigawatt (GW) di seluruh Indonesia.
“Potensi panas bumi Indonesia sangat besar dan tersebar di banyak wilayah. Kami akan mengoptimalkan pengembangan PLTP yang sudah dikaji agar kehadirannya memberi dampak nyata, baik bagi masyarakat di sekitar proyek maupun pelanggan PLN di seluruh Indonesia,” ujar Suroso, Kamis (28/8/2025).
Strategi Percepatan PLTP
Suroso menambahkan, PLN telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengakselerasi proyek-proyek panas bumi di berbagai daerah.
Salah satunya melalui kesepakatan pembelian uap panas bumi dengan para pengembang.
“Kami memastikan proyek-proyek panas bumi dijalankan bersama mitra strategis yang memiliki kompetensi dan visi sejalan dengan PLN untuk menghadirkan energi bersih dengan harga terjangkau bagi negeri. Seluruh proses dijalankan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi. Tak hanya itu, kami juga menerapkan prinsip fairness of partnership untuk mewujudkan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Proyek Strategis di Bengkulu
Menurut Suroso, saat ini PLN menyiapkan sejumlah proyek strategis panas bumi, termasuk dua proyek PLTP di Provinsi Bengkulu.
Proyek pertama adalah PLTP Kepahiang 110 megawatt (MW) di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong, yang kini memasuki tahap finalisasi pemilihan mitra strategis.
Baca Juga: Komunitas Paliko Runners: Wadah Kolaborasi, Balari Malam hingga Jelajah Alam
Nantinya, listrik dari PLTP ini akan disalurkan ke Gardu Induk (GI) Pekalongan di Kabupaten Kepahiang.
Proyek kedua adalah PLTP Hululais 110 MW di Kabupaten Lebong, yang ditargetkan beroperasi komersial (COD) pada 2028.
PLTP Hululais akan memanfaatkan sumber panas bumi dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Energi listrik yang dihasilkan juga akan dialirkan menuju GI Pekalongan di Kabupaten Kepahiang.
Dorong Transisi Energi dan Ekonomi Daerah
“Melalui pengembangan PLTP di berbagai daerah, PLN tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi hijau, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan penyerapan tenaga kerja,” pungkas Suroso.
Dengan strategi tersebut, PLN optimistis pengembangan PLTP akan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target bauran energi baru terbarukan (EBT) sesuai RUPTL 2025–2034.(*)
Editor : Hendra Efison