PADEK.JAWAPOS.COM-Baru sehari dilantik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah memicu kontroversi. Dia mengatakan bahwa tuntutan 17+8 yang diajukan koalisi berbagai elemen masyarakat hanya berasal dari sebagian kecil masyarakat.
“Basically begini, itu kan (tuntutan 17+8, Red) suara sebagian rakyat kita. Kenapa? Mungkin sebagian merasa keganggu hidupnya. Once saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen, 7 persen, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan demo,” kata Purbaya, Senin (8/9).
Pernyataan itu dia sampaikan untuk menjawab pertanyaan wartawan terkait aksi 17+8 Tuntutan Rakyat. Jawaban Purbaya ini kemudian ramai diperbincangkan. Banyak pihak menyesalkan pernyataan ini. Kemarin Purbaya meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya.
“Maksudnya begini, ketika ekonomi agak tertekan, kebanyakan masyarakat yang merasa susah. Bukan sebagian kecil ya, mungkin sebagian besar kalau sudah sampai turun ke jalan,” katanya.
Dia mengakui jika salah bicara dan meminta maaf. “Kaget juga, tapi kan ini proses edukasi ke publik. Saya juga sama, kalau saya salah, saya perbaiki,” ucapnya.
Purbaya menekankan bahwa dia tidak mengecilkan mereka yang turun untuk memperjuangkan 17+8 Tuntutan rakyat sebagai “yang susah saja,” tuturnya.
Menurutnya, seberapa cepat memulihkan ekonomi akan memunculkan lapangan kerja. “Itu yang kami kejar kedepan,” ujarnya. Sementara itu, jagat maya gempar karena story Instagram yang diduga milik putra Purbaya, Yudo Sadewa.
“Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar jadi menteri,” tulisnya dalam akun yvdos4dewa. Namun, akun itu kemarin tidak bisa ditemukan.
Yudo tampaknya punya beberapa akun. Salah satunya yudosadewa dengan nickname Autism. Akun ini juga telah dikunci. Hingga kemarin belum ada klarifikasi dari Yudo Sadewa apakah story Instagram itu benar-benar tulisannya. (lyn/oni/jpg)
Editor : Novitri Selvia