Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Binaan Lapas Nusakambangan Olah Limbah FABA Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Hendra Efison • Rabu, 10 September 2025 | 11:29 WIB

Warga binaan Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, melakukan pengolahan FABA menjadi material konstruksi berupa paving block.
Warga binaan Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, melakukan pengolahan FABA menjadi material konstruksi berupa paving block.
PADEK.JAWAPOS.COM—Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan perekonomian melalui keterampilan baru.

Dengan memanfaatkan abu sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala, mereka berhasil menghasilkan produk konstruksi bernilai ekonomi.

FABA yang sebelumnya dipandang sebagai limbah tanpa nilai kini diolah menjadi sumber penghidupan baru.

Melalui workshop pengelolaan FABA di lahan tidur Pulau Nusakambangan, warga binaan dibekali keterampilan mengolah limbah menjadi batako, paving block, roaster, hingga buis beton.

Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dengan PT PLN (Persero).

Salah seorang warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan, Kevin Ruben Rafael, menyampaikan rasa syukurnya atas hadirnya pelatihan tersebut.

“Ini sangat membantu kami sebagai warga binaan, karena menambah ilmu pengetahuan. Nanti, ketika kami keluar, ilmu ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kami di masyarakat,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan warga binaan Lapas Nirbaya Nusakambangan, Listianto.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa mengikuti program ini. Saya ingin mandiri, saya ingin kembali ke masyarakat dengan menjadi yang lebih baik lagi,” katanya.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, mengapresiasi kontribusi PLN dalam mendukung pemberdayaan warga binaan.

“Program ini merupakan model pelatihan kerja yang sedang kami galakkan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” jelas Agus saat meninjau workshop FABA, Selasa (9/9/2025).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemanfaatan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi dapat membuka peluang ekonomi sirkuler sekaligus memberi solusi nyata bagi lingkungan.

“Kami bangga, warga binaan Lapas Nusakambangan berhasil memanfaatkan limbah menjadi komoditas produktif. Kegiatan ini menciptakan lapangan kerja, memberi dampak positif bagi masyarakat, serta menghasilkan produk berkualitas dengan harga kompetitif,” ujarnya.

Workshop FABA di Nusakambangan saat ini dilengkapi dua unit mesin yang mampu memproduksi hingga 2 juta paving block dan 1 juta batako per tahun.

Jika kapasitas berjalan optimal, potensi omzet diperkirakan mencapai Rp5,4 miliar per tahun.

Darmawan menambahkan, sebanyak 30 warga binaan telah aktif memproduksi olahan FABA. Ia optimistis jumlah tersebut akan meningkat seiring pendampingan dan bimbingan berkelanjutan.

“Kami sangat terkesan dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa, kedisiplinan, dan etos kerja mereka, sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas premium dan potensi pangsa pasar di industri,” tuturnya.

Keberhasilan program ini menegaskan peran lapas bukan hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga ruang pemberdayaan yang produktif dan berdaya guna.

“Ke depan, Nusakambangan akan menjadi percontohan nasional bagaimana sebuah lapas dapat berkembang menjadi episentrum kegiatan ekonomi sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat,” pungkas Darmawan.(*)

Editor : Hendra Efison
#Warga Binaan Lapas Nusakambangan #Produk Bernilai Ekonomi #Olah Limbah FABA