Bupati Dharmasraya Paparkan Inovasi LADO KUTU di Leimena Conference 2026, Jadi Satu-satunya Kepala Daerah Luar Jawa

Zulfia Anita • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 09:00 WIB
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memaparkan inovasi LADO KUTU dalam sesi Leaders Talk Leimena Conference 2026 di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memaparkan inovasi LADO KUTU dalam sesi Leaders Talk Leimena Conference 2026 di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin (27/7/2026).

JAKARTA, PADEK.JAWAPOS.COM – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menjadi satu-satunya kepala daerah dari luar Pulau Jawa yang dipercaya sebagai pembicara dalam sesi Leaders Talk Leimena Conference 2026 di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Dalam forum nasional yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI tersebut, Annisa membagikan pengalaman Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer melalui berbagai inovasi yang mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Pada sesi diskusi itu, Annisa tampil bersama Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Daerah Khusus Jakarta Ali Maulana Hakim yang mewakili Gubernur Jakarta Pramono Anung.

Mengawali paparannya, Annisa menegaskan setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, penguatan pelayanan kesehatan primer tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama di seluruh wilayah.

Menurutnya, tantangan di Kabupaten Dharmasraya tidak hanya terkait keterbatasan tenaga kesehatan dan dokter spesialis.

Pemerintah daerah juga harus memastikan pelayanan mampu menjangkau masyarakat yang tersebar di wilayah yang luas, di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan serta masih rendahnya literasi kesehatan masyarakat.

Annisa menambahkan, pelayanan kesehatan tidak semata berfokus pada pengobatan. Membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini melalui upaya promotif dan preventif juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan.

LADO KUTU Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengubah pendekatan pelayanan dengan memperkuat fungsi Puskesmas Pembantu (Pustu).

Salah satu inovasi yang dijalankan ialah LADO KUTU (Layanan Dokter ke Pustu), yakni menghadirkan dokter secara berkala ke pustu agar masyarakat lebih mudah memperoleh layanan kesehatan, pemeriksaan, serta deteksi dini penyakit.

Annisa menjelaskan, keberhasilan Integrasi Layanan Primer (ILP) juga bergantung pada peran bidan wilayah, perawat, dan kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan.

Mereka aktif mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi kesehatan, pendampingan, sekaligus melakukan skrining awal terhadap masyarakat yang berisiko.

Menurutnya, pendekatan tersebut harus didukung penyediaan alat skrining yang memadai sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan optimal saat turun ke lapangan.

Selain itu, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan kader kesehatan juga dinilai penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer.

Di bidang pencegahan stunting, Annisa mengatakan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengintegrasikan bantuan permakanan bagi ibu hamil dengan kewajiban pemeriksaan rutin di Posyandu.

Melalui kebijakan tersebut, bantuan gizi diberikan bersamaan dengan pemantauan kesehatan ibu dan anak sehingga risiko stunting dapat dideteksi lebih dini.

Dorong Integrasi Sistem Informasi Kesehatan

Selain pelayanan di lapangan, Annisa juga menyoroti pentingnya penyempurnaan sistem informasi kesehatan.

Ia berharap berbagai aplikasi pelayanan kesehatan dapat diintegrasikan sehingga memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan pencatatan dan pemantauan masyarakat, sekaligus mengurangi beban administrasi di daerah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan internet.

Menutup paparannya, Annisa berharap pemerintah pusat terus memberikan perhatian kepada daerah dengan keterbatasan sumber daya agar transformasi pelayanan kesehatan primer dapat berjalan lebih merata di seluruh Indonesia.

"Kami yang kecil-kecil di ujung ini berharap mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah pusat, sehingga tidak semakin tertinggal dan masyarakat kami dapat menikmati pelayanan kesehatan yang setara dengan daerah-daerah lainnya," ujar Annisa.(*)

Editor : Hendra Efison
Leimena Conference 2026 LADO KUTU pelayanan kesehatan primer Annisa Suci Ramadhani Kabupaten Dharmasraya