Jawi Saja Harus Berjalan Lurus, Apalagi Manusia: Video Pacu Jawi Juara Nasional

Safrizal Putra • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:04 WIB
Kabupaten Tanahdatar meraih Juara 1 Lomba Video Kreatif AOE 2026 melalui video karya DPMPTSP Tanahdatar “Pacu Jawi | Warisan Yang Terus Berlari” yang mengangkat tradisi Pacu Jawi sebagai simbol keberanian dan kekayaan budaya Minangkabau.
Kabupaten Tanahdatar meraih Juara 1 Lomba Video Kreatif AOE 2026 melalui video karya DPMPTSP Tanahdatar “Pacu Jawi | Warisan Yang Terus Berlari” yang mengangkat tradisi Pacu Jawi sebagai simbol keberanian dan kekayaan budaya Minangkabau.

TANAHDATAR, PADEK.JAWAPOS.COM — “Jawi saja harus berjalan lurus, apalagi manusia.” Filosofi yang melekat pada tradisi Pacu Jawi tersebut menjadi salah satu pesan yang ditonjolkan dalam video kreatif Kabupaten Tanahdatar hingga meraih Juara I Nasional Lomba Video Kreatif Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026.

Video berjudul “Warisan yang Terus Berlari” itu mengemas Pacu Jawi bukan sekadar atraksi budaya, tetapi sebagai permainan anak nagari yang sarat filosofi dan kearifan lokal masyarakat Minangkabau.

Penghargaan tersebut diumumkan pada penutupan AOE ke-21 di Convention Center ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026). Kompetisi tersebut menjadi ajang bagi daerah untuk mempromosikan potensi lokal melalui karya kreatif.

Pacu Jawi Bukan Sekadar Atraksi Budaya

Filosofi tentang sapi yang harus berjalan lurus digunakan untuk menggambarkan nilai kehidupan masyarakat Tanahdatar.

Pesan tersebut menempatkan Pacu Jawi sebagai tradisi yang tidak hanya memiliki daya tarik visual, tetapi juga membawa nilai yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat.

Wakil Bupati Tanahdatar, Ahmad Fadly, mengatakan penghargaan tersebut harus menjadi momentum untuk memperluas pengenalan Pacu Jawi kepada masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang sebuah penghargaan, tetapi bagaimana budaya dan kearifan lokal Tanahdatar terus kita kenalkan kepada masyarakat luas. Pacu Jawi adalah identitas dan warisan budaya yang harus kita jaga dan terus kita promosikan,” kata Ahmad Fadly, dikutip dari media sosial Pemkab Tanahdatar.

Menurut Fadly, Pacu Jawi memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara profesional. Promosi yang semakin luas dapat diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang investasi di sektor pendukung.

Kemenangan Harus Berlanjut ke Promosi dan Investasi

Fadly mengingatkan agar promosi tidak berhenti setelah Tanahdatar meraih penghargaan di AOE 2026.

“Jangan sampai setelah AOE selesai, promosi dan komunikasi juga berhenti. Kita harus menindaklanjuti setiap peluang yang muncul, sehingga keikutsertaan Tanahdatar benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi dan investasi bagi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan Pacu Jawi dapat berkaitan dengan sejumlah sektor, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, kuliner hingga fasilitas pendukung kegiatan budaya.

Dengan demikian, kemenangan video Pacu Jawi di tingkat nasional tidak hanya ditempatkan sebagai pencapaian dalam kompetisi kreatif.

Pemkab Tanahdatar ingin momentum tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas pasar produk lokal dan memperkuat daya tarik daerah.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zarnubi, sebelumnya menekankan pentingnya mengubah pameran dan promosi daerah menjadi peluang transaksi bisnis, perluasan pasar, dan realisasi investasi.

Pacu Jawi menjadi salah satu potensi budaya Tanahdatar yang dapat dipromosikan melalui pendekatan tersebut.

Tradisi yang dikemas melalui video kreatif kini memiliki momentum baru untuk menjangkau khalayak lebih luas sekaligus memperkenalkan nilai budaya Minangkabau.

Bagi Tanahdatar, pesan “jawi harus berjalan lurus” akhirnya tidak hanya menjadi filosofi yang ditampilkan dalam sebuah karya.

Kemenangan tersebut menjadi tantangan berikutnya: memastikan promosi Pacu Jawi terus berjalan dan menghasilkan dampak nyata bagi daerah.(*)

Editor : Hendra Efison
Video Pacu Jawi Pacu Jawi Tanahdatar Juara Nasional AOE 2026 Pacu Jawi Minangkabau Wisata Tanahdatar