Meski Inter Miami kebobolan lebih dulu 1-0 di babak pertama lewat gol pemain Red Bulls Dante Vanzeir menit ke-30, Messi dan kawan-kawan bangkit setelah turun minum dan menggemparkan laga ini.
Miami tampil menggila di babak kedua dengan mencetak enam gol di depan pendukungnya. Messi terlibat langsung dalam upaya menciptakan gol-gol tersebut.
Sedangkan Red Bulls memperkecil kekalahan lewat gol penalti Emil Forsberg di masa injury time dan membuat skor jadi 6-2 hingga laga berakhir.
Dalam pertandingan yang mengesankan ini, Messi memberikan umpan yang berbuah gol menit ke-48 dan 62 untuk rekrutan anyar Matias Rojas pada dua gol pertamanya bersama Miami.
Messi juga bekerja sama dengan mantan rekan setimnya di Barcelona, Luis Suarez yang mencetak hattrick pertamanya sebagai pemain tim berjuluk The Heron itu pada menit 68, 75 dan 81.
Dengan terus menerus memberikan umpan matang, Messi memecahkan rekor baru dalam 29 tahun sejarah Major League Soccer (MLS). Lima assist yang dibukukannya menjadi yang terbanyak dalam satu pertandingan liga.
Messi berhasil mencetak gol menit ke-50. Kini, Messi memimpin perolehan gol dan assist terbanyak di MLS dengan torehan masing-masing 10 dan 12.
Pemain berusia 36 tahun itu tampil gemilang dalam 12 laga yang dimainkan. Penampilan impresif ini bakal terus berlanjut, bahkan menjelang kompetisi Copa America mendatang yang akan digelar di Amerika Serikat.
Inter Miami saat ini berada di peringkat pertama MLS Wilayah Timur, unggul tiga poin dari FC Cincinnati di posisi kedua.
"Apa yang kita saksikan ini lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Lionel tidak hanya bermain, dia menginspirasi," ungkap Pelatih Inter Miami Gerardo Daniel "Tata" Martino memuji semangat tim dan kepemimpinan Messi.
Hattrick Suarez
Sementara itu, Luis Suarez mencetak hattrick dalam 14 menit pada laga balas dendam melawan New York ini.
Sebelumnya, Suarez sudah mencetak dua brace untuk Miami, masing-masing saat melawan Orlando City dan DC United.
Suarez tampil sebagai starter ketika Miami kalah telak 4-0 pada 23 Maret lalu, di mana saat itu Messi absen karena cedera hamstring.
Pemain asal Uruguay itu membuktikan bahwa dia masih memiliki kemampuan berlaga melawan salah satu tim dengan pertahanan terbaik di MLS.
Suarez tidak hanya menunjukkan ketenangan dan penyelesaian akhir yang mematikan di depan gawang. Pergerakan dan kemampuannya dalam menahan bola patut diacungi jempol.
Messi dan Suarez kini memuncaki daftar top skor MLS dengan koleksi 10 gol. Sulit rasanya menghentikan mereka dalam menambah pundi-pundi gol, apalagi jika terhindar dari cedera.(*)