Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dua Atlet Renang Disabilitas Padang Raih Emas di Pesoda Sumbar

Silvina Fadhilah • Minggu, 4 Agustus 2024 | 10:02 WIB

Atika Maharani (22) dan Reyfebrian (14).(DOKUMEN PRIBADI)
Atika Maharani (22) dan Reyfebrian (14).(DOKUMEN PRIBADI)
PADEK.JAWAPOS.COM—Atika Maharani, 22, dan Reyfebrian, 14, dua atlet renang Spesial Olimpics Indonesia (Solna) Padang berhasil mengharumkan nama Kota Padang di Pekan Spesial Olympic Daerah (PeSoda) Sumatera Barat (Sumbar) 2024.

Keduanya berhasil meraih medali emas dalam dalam Atlet Low Ability Syndrome atau Down Syndrome pada cabang olahraga (cabor) renang.

Atika berhasil menyentuh dinding kolam pertama pada nomor 50 meter gaya bebas. Sementara Reyfebrian juga menunjukkan keunggulannya di nomor yang sama. Prestasi gemilang ini menjadi bukti bahwa atlet disabilitas mampu bersaing dan meraih prestasi setara dengan atlet non-disabilitas.

Pelatih Kontingen Padang Muhammad Rizki mengapresiasi prestasi yang ditorehkan oleh kedua atlet didikannya. Ia mengungkapkan bahwa melatih atlet disabilitas membutuhkan kesabaran dan ketekunan ekstra.

“Metode latihan yang konsisten dan tidak berubah sangat penting untuk membantu mereka mencapai potensi maksimal,” ujar Rizki.

Rizki juga berbagi tantangan dalam melatih atlet disabilitas, terutama dalam memotivasi mereka yang kurang berminat untuk berlatih. “Kami menggunakan berbagai pendekatan untuk membuat latihan menjadi menyenangkan dan menarik bagi mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Atika kepada Padang Ekspres menjelaskan, dirinya merasa senang dapat berlaga dalam ajang PeSoda Sumbar. “Senang. Memang menyukai renang. Lomba renang dalam jarak 50 meter,” ucapnya dengan bangga sambil berbicara terbata-bata.

Penanggung Jawab Pesoda Sumbar Nadianto Helmi mengatakan, Pesoda Sumbar 2024 dapat menjadi titik awal bagi pengembangan olahraga disabilitas di Sumbar. “Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi semua atlet, terlepas dari kondisi fisik mereka,” tambahnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan bukan hambatan, setiap anak mempunyai kesempatan yang sama. PeSoda diharapkan menjadi wadah bagi anak kebutuhan kusus untuk dapat berkembang.

Dijelaskan, pekan Olahraga Disabilitas (Pesoda) Sumbar 2024 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ajang pencarian bakat atlet disabilitas yang akan mewakili Sumbar di ajang nasional, yakni Pekan Special Olympic Nasional (PeSoNas) 2026 di Kalimantan Selatan.

Nadianto Helmi menjelaskan bahwa setiap cabang olahraga dalam Pesoda saat hanya diikuti oleh satu peserta untuk mengoptimalkan penilaian dan seleksi. “Kami ingin memastikan bahwa atlet yang terpilih adalah yang terbaik di bidangnya,” ujar Nadianto.

Lebih lanjut, Nadianto berharap Pesoda dapat menjadi wadah bagi atlet disabilitas untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka. “Olahraga tidak hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang inklusi dan kesempatan yang sama bagi semua,” tambahnya.

Ia menambahkan, dengan prestasi yang dimiliki oleh anak penyandang disabilitas mereka lebih dicintai oleh orangtua, teman dan dapat diperlakukan sama oleh masyarakat. (cr1)

Editor : Adetio Purtama
#PeSODa Sumbar 2024 #Atlet Disabilitas #Down Syndrome