Mantan juara kelas berat Mike Tyson akan kembali mengenakan sarung tinjunya pada November nanti untuk pertarungan melawan petinju YouTuber, Jake Paul.
Mike Tyson, yang akan berusia 31 tahun lebih tua dari Paul saat mereka bertarung di Dallas nanti, membuat banyak penggemar tinju di seluruh dunia khawatir akan kondisinya.
Namun, Fury percaya bahwa Tyson akan mengejutkan dunia dan memberi pelajaran kepada Paul.
"Dengar, jika Mike Tyson memukul siapa pun, saya tidak peduli jika dia berusia 90 tahun, dia akan membuat mereka KO. Jelas saya harus mendukung Mike Tyson. Saya dinamai sesuai dengan legenda itu dan saya akan mendukungnya. Seperti dia selalu mendukung saya, saya mendukung Mike untuk KO. Ayo, Mike!," Tyson Fury yang biasa disebut The Gypsy King" seperti dilansir dari The Sun.
Tyson, yang kini berusia 58 tahun, belum menginjakkan kaki di ring sejak pertarungannya dengan ikon tinju lainnya, Roy Jones Jr., pada masa pandemi Covid.
Iron Mike terlihat seperti bayangan dari sosok yang menakutkan para petinju kelas berat di tahun 1980-an dan 1990-an.
Namun, Fury yakin bisa mengembalikan masa kejayaannya melawan Paul, yang menurutnya tidak akan mampu melukai Mike Tyson.
"Bisakah saya jujur?" Tyson bertanya kepada timnya saat wawancara dengan Esquire. "Saya tidak berpikir dia bisa melukai saya," imbuhnya.
Meskipun tidak bertarung secara profesional sejak kekalahannya dari Kevin McBride pada 2005, Tyson yakin dia masih memiliki cukup tenaga untuk mengalahkan Paul.
Petinju asal New York ini berkata, “Dia tidak akan memukul saya dengan jab-nya.”
Penggemar tinju di seluruh dunia bertanya-tanya mengapa Tyson, yang hampir mendekati usia pensiun, mempertaruhkan kesehatannya melawan Paul yang memiliki pukulan keras.
Namun, Tyson menegaskan bahwa perasaan adiktif saat tangannya diangkat sebagai pemenang, bukan uang. Motivasi utamanya untuk kembali ke ring.
“Saya seorang pecandu kejayaan. Saya suka orang-orang memikirkan saya sepanjang hari. Saya lebih suka menjalani kehidupan singkat penuh kejayaan daripada hidup panjang dalam ketidakjelasan. Itulah siapa saya.," jelasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto