Kekalahan ini semakin memperburuk performa Setan Merah di awal musim. Sebelumnya, United hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan FC Twente di laga pembuka Liga Europa, meski sempat unggul lebih dulu.
Hasil ini menunjukkan bahwa tim asuhan Erik ten Hag membutuhkan peningkatan performa yang signifikan.
Dalam pertandingan ini, anak asuh Ange Postecoglou tampil lebih dominan sejak awal.
Gol cepat dari Brennan Johnson pada menit ke-2 membuka keunggulan Spurs.
Johnson yang berdiri bebas dengan mudah menceploskan bola setelah menerima umpan Van de Ven yang melakukan penetrasi dari sisi kiri.
Kartu merah yang diterima kapten Manchester United, Bruno Fernandes, pada babak pertama membuat tugas United semakin berat.
Bermain dengan 10 orang, United kesulitan untuk bangkit dan justru semakin terpuruk di hadapan para pendukungnya sendiri.
Tottenham kembali menunjukkan kelasnya satu menit setelah babak kedua dimulai. Dejan Kulusevski berhasil menggandakan keunggulan Spurs menjadi 2-0 lewat serangan balik cepat.
Gol ketiga datang pada menit ke-77 melalui aksi Dominic Solanke yang memanfaatkan kemelut dari tendangan sudut.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi United, yang kini telah menelan empat kekalahan kandang 3-0 di Liga Premier dalam setahun terakhir, termasuk kekalahan dari Liverpool empat minggu sebelumnya.
Posisi United semakin terpuruk di papan klasemen, kini menempati peringkat ke-12 dengan selisih gol -3, memicu spekulasi tentang masa depan Erik ten Hag.
Meski begitu, Ten Hag menegaskan bahwa dia tidak khawatir tentang posisinya sebagai pelatih.
"Tidak, saya tidak memikirkan hal itu," katanya. "Kami sudah membuat keputusan bersama sebagai kepemilikan, kelompok kepemimpinan, dan staf di musim panas ini. Kami tahu proses ini membutuhkan waktu, terutama dengan pemain baru seperti Ugarte yang masih harus diintegrasikan."
Ten Hag menekankan bahwa seluruh tim, termasuk pemain, manajemen, dan staf, masih berada di jalur yang sama dan yakin bahwa perbaikan akan datang seiring waktu
Di sisi lain, kemenangan ini memberikan angin segar bagi Tottenham dan pelatih Ange Postecoglou, yang juga sempat diragukan setelah awal musim yang kurang memuaskan.(*)
Editor : Heri Sugiarto