Meski pelatih kedua tim tidak sepenuhnya puas dengan banyaknya gol tercipta, tapi para penonton disuguhi pertandingan yang dinilai sebagai Derby d'Italia paling seru sepanjang sejarah di San Siro.
Pertandingan dimulai dengan cepat ketika Piotr Zielinski berhasil mengeksekusi penalti pada menit ke-15 setelah Danilo melanggar Marcus Thuram.
Lima menit kemudian, Juventus menyamakan kedudukan berkat Wesley McKennie yang sukses mengoper bola kepada Dusan Vlahovic yang berada di depan gawang.
Tak lama kemudian, tepatnya pada menit ke-25, Juventus membalikkan keadaan melalui gol Tim Weah yang mencetak gol setelah aksi luar biasa dari Conceicao.
Inter merespons sebelum babak pertama berakhir. Pada menit ke-35, Henrikh Mkhitaryan mencetak gol dengan tembakan keras dari tepi kotak penalti, diikuti penalti kedua yang dieksekusi oleh Zielinski pada menit ke-37.
Dengan lima gol tercipta di babak pertama, pertandingan ini mencetak sejarah sebagai laga dengan gol terbanyak antara Inter dan Juventus dalam satu babak.
Memasuki babak kedua, Inter kembali memimpin melalui gol Denzel Dumfries pada menit ke-50, memanfaatkan bola rebound dari kiper.
Namun, Juventus tidak menyerah, dan pelatih Thiago Motta membuat perubahan cerdas dengan memasukkan Yildiz.
Pemain berusia 10 tahun ini berhasil mencetak dua gol tambahan pada menit ke-71 dan 82, masing-masing dengan tembakan diagonal yang menakjubkan, menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
Pertandingan berakhir imbang, memberikan kepuasan bagi para penggemar yang menyaksikan pertarungan sengit antara dua raksasa Serie A ini.
Setelah pertandingan, pelatih Inter, Simone Inzaghi, mengakui adanya kesalahan dalam timnya di laga ini, tapi menyoroti bahwa mereka sebelumnya tidak pernah menciptakan "delapan atau sembilan" peluang mencetak gol melawan Juventus.
“Saya harus menganalisis beberapa kesalahan yang berulang. Kita semua perlu berkontribusi lebih; berbicara tentang pemain secara individu tidak berguna. Sebagai pelatih, saya harus memahami situasi ini,” katanya seperti dilansir Football Italia.
Meskipun ada kekecewaan, Inzaghi menilai pertandingan ini merupakan hiburan yang luar biasa bagi penggemar.
“Saya kesulitan untuk menerima hasil imbang ini, tetapi saya harus menerimanya. Kita bisa kebobolan empat tembakan melawan Juventus, tetapi tidak seharusnya empat gol. Kita juga mencetak empat gol dengan 15 tembakan,” pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto