Berdasarkan data yang dikutip dari Fotmob pada Selasa (12/11/24), sepanjang 10 pertandingan terakhir mereka mencatatkan 9 kemenangan dan satu kali imbang.
Kemudian, mereka juga mampu mencetak total 39 gol dengan hanya satu kali kebobolan. Kebobolan pun tercipta melalui gol bunuh diri saat melawan Australia pada 15 Oktober 2024 lalu.
Rekor ini menjadikan Jepang sebagai salah satu tim unggulan di grupnya dengan dominasi yang sulit ditandingi. Pertandingan selanjutnya akan mempertemukan Jepang dengan Indonesia di Stadium Gelora Bung Karno, Jakarta pada Jumat, 15 November 2024.
Pertandingan yang dijadwalkan pada pukul 19:00 WIB ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya di hadapan publik sendiri. Namun, tantangan ini tidak akan mudah.
Jepang saat ini berada di puncak klasemen Grup C dengan 10 poin dari empat pertandingan, sementara Indonesia, yang juga tergabung dalam grup ini bersama Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan Tiongkok, berada di posisi kelima dengan tiga poin dari empat laga.
Di bawah arahan Moriyasu, Jepang mengembangkan permainan yang disiplin dalam bertahan dan eksplosif saat menyerang.
Kemampuan tim menjaga clean sheet dalam 9 pertandingan kualifikasi menunjukkan kekuatan solid di lini belakang, sebuah pencapaian yang luar biasa dan jarang terjadi di level internasional.
Selain pertahanan kokoh, mereka juga memiliki serangan yang efektif dan juga pemain yang namanya sudah banyak dikenali dan bermain di Eropa.
Dengan mencetak total 39 gol, Jepang tidak hanya sulit ditembus tetapi juga sangat produktif di depan gawang lawan, menunjukkan keseimbangan tim yang sempurna.
Namun, Jepang juga punya tantangan besar menghadapi atmosfer Gelora Bung Karno, di mana dukungan dari suporter Indonesia selalu memberikan semangat ekstra bagi tim tuan rumah.
Meski Indonesia tertinggal di klasemen, pertandingan ini bisa jadi peluang bagi pelatih dan pemain untuk menunjukkan kapasitas mereka melawan salah satu tim terbaik Asia.
Dukungan penuh dari ribuan suporter akan menjadi tambahan energi bagi skuad Indonesia yang tengah berjuang di posisi bawah grup.
Strategi yang diimplementasikan Moriyasu fokus pada pertahanan ketat dan serangan cepat, mengandalkan transisi cepat dari bertahan ke menyerang yang mematikan. Ketangguhan ini terlihat dari minimnya gol yang berhasil bersarang di gawang mereka.
Melawan tim dengan pertahanan sekuat Jepang, tim Indonesia perlu menyusun strategi dan taktik yang matang serta fokus ekstra di lini belakang untuk mencegah terjadinya gol-gol cepat.
Meski statistik berpihak pada Jepang, antusiasme suporter di Jakarta diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi Indonesia untuk memberikan performa terbaiknya dan mungkin memberikan kejutan.
Pertemuan antara dua tim ini akan menjadi ujian berat bagi Indonesia, namun juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di pentas Asia. (*)
Editor : Adetio Purtama