Paul dinyatakan menang dengan skor 80-72, 79-73, dan 79-73, menambah rekor profesionalnya menjadi 11-1.
Pengumuman kemenangan Paul disampaikan dengan tegas: “80-72, 79-73, 79-73, your winner by UD... Jake Paul!”
Seusai laga, Paul memuji Tyson sebagai sosok legendaris. “Dia adalah yang terbaik sepanjang masa,” ujar Paul. “Dia ikon dan suatu kehormatan bisa melawannya. Dia pria paling tangguh.”
Sementara itu, Tyson tetap menunjukkan kebanggaan meski kalah.
“Saya senang, tidak, saya tidak terkejut ini berlangsung penuh ronde. Saya tahu dia adalah petinju yang bagus,” ujar Tyson seperti dilansir dari Independent. “Saya tidak membuktikan apa-apa kepada siapapun, hanya kepada keluarga saya.”
Pertarungan ini memicu berbagai tanggapan dari pengamat dan tokoh olahraga. Analis ESPN, Stephen A. Smith, memberikan pandangan kritis.
“Saya selalu mencintai Mike Tyson, tetapi 58 adalah 58. Ditambah lagi, kakinya sudah tidak ada. Tua adalah tua. Syukurlah dia tidak terkena KO. Sekarang saatnya Jake Paul menghadapi petarung Top-10 – atau bahkan juara. Tidak lagi melawan pemain basket, striker MMA, atau pria tua. Dia cukup bagus! Wujudkan pertarungan nyata.”
Legenda NBA, Magic Johnson, mengungkapkan rasa kecewa.
“Sangat menyedihkan. Saya mematikan TV karena tidak sanggup menonton lagi. Sedih melihat Mike Tyson seperti ini karena saya dulu menghadiri setiap pertarungannya. Pertarungan malam ini (waktu Texas, red), tidak bagus untuk dunia tinju.”
Jalannya Pertarungan
Laga ini berlangsung selama delapan ronde berdurasi dua menit, namun tidak banyak memberikan aksi yang memuaskan bagi para penonton.
Tyson, yang berusia 58 tahun dan terakhir bertarung profesional pada 2005, terlihat kesulitan menghadapi serangan Paul yang lebih muda dan bertenaga.
Ronde pertama menampilkan upaya Tyson untuk mendekati Paul dengan jab, tetapi sang YouTuber kerap menghindar dan memanfaatkan clinch untuk meredam agresi lawannya.
Di ronde-ronde berikutnya, Paul mulai menguasai ritme dengan pukulan kombinasi ke tubuh dan kepala Tyson, sementara Tyson terlihat semakin kehabisan tenaga.
Sorakan negatif mulai terdengar dari penonton saat pertarungan berjalan lambat, terutama di ronde keenam dan ketujuh.
Meski Tyson sempat menunjukkan gerakan kepala khasnya dan beberapa pukulan signifikan, Paul tetap unggul secara keseluruhan.
Dengan kemenangan ini, Paul kembali membuktikan kapasitasnya sebagai petinju profesional, meskipun lawan yang dihadapinya menuai kritik karena dianggap tidak sepadan.
Di sisi lain, Tyson mengakui bahwa ia tidak memiliki ambisi untuk membuktikan apapun pada tinju bersejarah ini, selain kepada keluarganya.(*)
Editor : Heri Sugiarto