Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lapangan Mini Soccer, Daya Tarik Baru di Kawasan Stasiun Kereta Api Kota Padang

Hendra Efison • Sabtu, 18 Januari 2025 | 23:55 WIB

Lapangan mini soccer hasil kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat dan Relone Arena.
Lapangan mini soccer hasil kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat dan Relone Arena.
PADEK.JAWAPOS.COM—Lapangan mini soccer hasil kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat dan Relone Arena resmi dibuka sejak 17 Januari 2025. Bagi masyarakat yang ingin tahu cara menyewanya langsung saja ke kawasan Stasiun Padang, Jl Stasiun No 1 Sawahan Timur, Kota Padang.

Keberadaan lapangan mini soccer ini menambah daya tarik kawasan Stasiun Padang yang telah menjadi salah satu pusat transportasi utama di Kota Padang. Selain melayani kebutuhan transportasi, kawasan ini kini menghadirkan fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Kahumas KAI Divisi Regional II Sumatera Barat, M. As’ad Habibuddin mengungkapkan, selain angkutan penumpang dan barang, KAI Divre II Sumbar juga terus mengoptimalkan pengusahaan asetnya melalui bisnis Komersialisasi Non Angkutan. Upaya tersebut KAI lakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui banyaknya aset potensial yang KAI miliki.

KAI Divre II Sumbar memiliki aset tanah yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat dengan luas aset  yang tercatat sebesar 9.233.065 m².

Bentuk Komersialisasi Non Angkutan KAI berupa kerja sama pemanfaatan aset area stasiun, sarana, RoW (right of way), Non RoW, maupun museum.

"Untuk kerja sama pemanfaatan aset di stasiun, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai titik stasiun seperti ruangan, gedung pertemuan, gudang, dan tanah untuk lokasi promosi, minimarket, gudang, cafe, ATM, dan sebagainya," kata As'ad.

Adapun untuk kerja sama pemanfaatan aset berupa sarana, KAI menyediakan kereta makan, mesin perawatan jalan rel dan prasarana penunjang, serta jasa Balai Yasa/Dipo (bengkel KA).

Sementara untuk pemanfaatan/ pengawasan ROW atau aset KAI yang berada di sepanjang jalur kereta api aktif, KAI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan aset tersebut seperti untuk fly over jalan tol, penanaman fiber optik, dan penanaman pipa saluran air.

Sedangkan untuk non ROW atau aset KAI yang berada di luar wilayah stasiun dan ROW, aset-aset KAI baik berupa tanah dan rumah perusahaan dapat dimanfaatkan sebagai kantor, rumah makan, rumah tinggal, parkir, dan sebagainya.

Aset KAI lainnya yang dapat dikerjasamakan pemanfaatannya berupa museum, bangunan bersejarah, wifi (advertising slot), kegiatan shooting/pemotretan, event/activation, serta naming rights stasiun untuk memberikan kesempatan kepada mitra yang ingin membranding stasiun yang KAI kelola dengan brand atau produknya.

"Hampir seluruh aset KAI Divre II Sumbar dapat dimanfaatkan masyarakat dengan skema kerja sama. Pada prinsipnya pemanfaatan aset dapat dilakukan sepanjang tidak mengganggu operasional kereta api dan tidak mengubah status kepemilikan pada aset yang dimanfaatkan," ujar As’ad.

As’ad melanjutkan, KAI terbuka untuk kerja sama dengan mitra dalam bisnis non angkutan baik di wilayah stasiun, kereta/sarana, maupun area KAI lainnya. Sehingga diharapkan dengan semakin banyak mitra yang bekerja sama maka akan semakin meningkatkan perekonomian bersama. (*)

Editor : Hendra Efison
#KAI Divre II Sumbar #kawasan Stasiun Padang #lapangan mini soccer #Sawahan Timur Kota Padang