Wasit mengusir Duran dari lapangan setelah tindakan agresi terhadap gelandang Al Ettifaq, Abdulellah Al-Malki.
Insiden tersebut terjadi ketika Duran terlihat memukul kepala Al-Malki, yang kemudian terjatuh ke lapangan. Wasit utama tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah.
Keputusan wasit ini memicu perdebatan, terutama terkait apakah Al-Malki sengaja melebih-lebihkan dampak pukulan tersebut untuk memastikan Duran dikeluarkan dari permainan. Tayangan ulang televisi menunjukkan Al-Malki tampak mengeluhkan rasa sakit setelah insiden itu.
Al Nassr kini tengah mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas kartu merah Duran. Klub berharap hukuman yang diberikan oleh otoritas Saudi Pro League bisa dikurangi atau bahkan dibatalkan.
Menurut laporan dari Al Nassr Zone, media yang berafiliasi dengan klub, pihak Al Nassr sedang mengkaji kemungkinan pengajuan protes resmi.
Duran sendiri tidak melakukan protes terhadap keputusan wasit saat insiden terjadi. Ia langsung meninggalkan lapangan dengan tenang, didampingi salah satu staf Al Nassr.
Insiden serupa pernah terjadi saat Durán masih bermain untuk Aston Villa di Liga Inggris. Kala itu, ia mendapatkan skorsing tiga pertandingan setelah menendang pemain Newcastle yang terjatuh di lapangan.
Sementara itu, Cristiano Ronaldo bereaksi keras terhadap kartu merah yang diberikan kepada Duran. Kapten Al Nassr itu tampak frustrasi di lapangan, memprotes keputusan wasit dengan gestur marah, mengangkat tangan, dan berdebat dengan hakim garis.
Setelah protesnya tidak membuahkan hasil, Ronaldo menendang bola dari titik tengah ke arah tribun sebagai bentuk kekecewaannya.
Akibat reaksinya yang berlebihan, Ronaldo mendapat peringatan dari Stefano Pioli. Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa pemain harus tetap tenang dalam situasi krusial:
“Saya tidak senang dengan kartu merah dan dengan reaksi yang berlebihan. Para pemain harus bisa menjaga ketenangan dalam momen-momen seperti ini,* ingatnya seperti dilansir dari Infobae.
Selain menyoroti insiden kartu merah, Pioli juga menganalisis penyebab kekalahan timnya. Menurutnya, hasil pertandingan bukan disebabkan oleh masalah taktis, melainkan kesalahan individu yang berujung mahal.
“Kami tidak kalah karena faktor taktis, tetapi karena kesalahan individu yang kami buat,” ujar Pioli dalam konferensi pers usai laga.
Meskipun kecewa dengan insiden tersebut, Pioli tetap menyampaikan peran penting Jhon Jáder Durán dalam skema ofensif tim.
Menurutnya, sang pemain memberikan kedalaman serangan berkat pergerakan dan diagonalnya, menciptakan ruang serta peluang bagi rekan-rekannya.
“Durán adalah pemain yang bagus, pergerakannya memberi kami kedalaman. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk mengganti Ayman Yahya dengan Angelo,” jelasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto