Meski tampil dominan dan mencetak empat gol tanpa balas, pertandingan ini diwarnai insiden mengkhawatirkan ketika kiper Mike Maignan mengalami benturan keras di kepala dan harus ditandu keluar lapangan.
Formasi Baru, Milan Tancap Gas
Tanpa kehadiran dua bek kanan utama, Kyle Walker dan Emerson Royal, pelatih Milan melakukan perubahan formasi dari 4-2-3-1 menjadi 3-4-3 dengan Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, dan Strahinja Pavlovic mengawal lini belakang.
Di lini depan, Luka Jovic dipercaya sebagai starter menggantikan Santiago Gimenez dan Tammy Abraham.
Rossoneri nyaris membuka keunggulan saat laga baru dimulai. Kesalahan koordinasi antara Thomas Kristensen dan Jaka Bijol membuat Tijjani Reijnders lolos sendirian, namun tembakannya masih bisa digagalkan Maduka Okoye.
Tak lama kemudian, Maignan turut melancarkan serangan dengan umpan panjang sejauh 90 meter ke arah Rafael Leao, namun sang winger gagal memaksimalkan peluang emas tersebut.
Gol Leao dan Pavlovic di Babak Pertama
Milan akhirnya memecah kebuntuan lewat aksi gemilang Rafael Leao. Setelah menerima umpan dari Youssouf Fofana, pemain asal Portugal itu melepaskan tembakan kaki kanan melengkung dari tepi kotak penalti ke tiang jauh, membuat Milan unggul 1-0.
Hanya tiga menit berselang, Milan menggandakan keunggulan lewat sundulan Strahinja Pavlovic memanfaatkan sepak pojok Christian Pulisic.
Bola sempat mengenai bahu Oumar Solet sebelum melewati garis gawang, memastikan keunggulan 2-0 hingga jeda.
Insiden Maignan dan Ketegangan Babak Kedua
Awal babak kedua diwarnai momen menegangkan saat Mike Maignan keluar dari kotak penalti dan berbenturan kepala dengan pemain Udinese, Alex Jimenez.
Maignan sempat kehilangan kesadaran dan langsung ditandu keluar lapangan, meski telah sadar kembali saat memasuki lorong stadion.
Jimenez sempat melanjutkan permainan, namun akhirnya digantikan pada menit ke-75 setelah terlihat kebingungan dan mendapat isyarat dari Tomori untuk ditarik keluar.
Theo dan Reijnders Sempurnakan Kemenangan
Meski terganggu insiden tersebut, Milan tetap fokus dan memperbesar keunggulan menjadi 3-0.
Theo Hernandez menyelesaikan kerja sama satu sentuhan dari lini tengah dengan sebuah penyelesaian tenang ke tiang dekat, setelah menerima flick dari Tammy Abraham.
Gol keempat Milan lahir dari skema serangan balik cepat. Rafael Leao mengecoh kiper dengan chip, dan Reijnders menyambut bola di garis gawang untuk mencetak gol ke-10-nya musim ini.
Christian Pulisic sempat mencetak gol kelima, namun dianulir wasit karena Abraham menyentuh bola dalam posisi offside.
Kemenangan ini membawa Milan hanya terpaut satu poin dari posisi kedelapan klasemen sementara Serie A.
Rossoneri masih menyisakan enam laga hingga akhir Liga Italia musim ini.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi yang terburuk bagi Udinese musim ini dan menandai empat kekalahan beruntun di Serie A untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.(*)
Editor : Heri Sugiarto