Dengan hanya 15 poin tersisa dalam perebutan La Liga, setiap pertandingan kini menjadi laga hidup-mati. Apalagi keduanya masih akan bertemu sekali lagi dalam duel penentu pada 11 Mei mendatang.
Barcelona tetap kukuh di puncak klasemen dengan keunggulan empat poin atas Real Madrid. Kemenangan atas Mallorca menjadi bukti ketangguhan mental tim asuhan Hansi Flick, meski bayang-bayang final Copa melawan rival abadinya sudah menghantui.
Tak hanya itu, Blaugrana juga harus bersiap menghadapi semifinal Liga Champions melawan Inter Milan. Sehingga periode ini jadi fase penentuan nasib di semua kompetisi.
Meski masih harus menghadapi tim papan bawah seperti Valladolid, tantangan berat menanti Barca di laga-laga terakhir.
Tim Hansi Flick dijadwalkan melawan Espanyol dalam laga derby di kandang lawan, menjamu Villarreal, dan menutup musim dengan laga sulit di San Mames menghadapi Athletic Bilbao.
Di sisi lain, Real Madrid juga tampil solid dengan kemenangan atas Getafe.
Kendati tersingkir dari Liga Champions, tim asuhan Carlo Ancelotti justru punya keuntungan dari sisi kebugaran. Namun, tekanan untuk menghindari musim tanpa gelar justru semakin tinggi.
Los Blancos kini menghadapi periode krusial: final Copa del Rey di La Cartuja pada Minggu (27/4) pukul 03:00 WIB, lalu menjamu Celta Vigo yang kerap merepotkan, dan bersiap tampil dalam El Clasico Liga di Montjuïc pada 11 Mei.
Setelah itu, Madrid akan menjamu Mallorca di Santiago Bernabeu, bertandang ke markas Sevilla di Pizjuan, dan menutup musim dengan laga berat kontra Real Sociedad.
Pertarungan menuju garis finis La Liga masih terbuka lebar. Meski Barcelona memimpin, Real Madrid punya peluang emas membalikkan keadaan. Semua akan ditentukan dalam laga-laga sisa yang bakal penuh tensi tinggi dan drama.(*)
Editor : Heri Sugiarto