Josal FC, yang diasuh pelatih berpengalaman Joni Efendi, berhadapan dengan tim kuat Persema Malang yang dikomandoi eks Timnas, Ahmad Bustomi.
Pertandingan berlangsung ketat. Persema unggul lebih dulu lewat tendangan indah Ardy Fitri Kurniawan di menit ke-7. Gol cepat ini memaksa Josal mengubah strategi.
Meski tertinggal, semangat juang Josal tak surut. Serangan demi serangan dilancarkan, terutama lewat kecepatan sayap Alil Yalum dan Gibran Tito.
Namun hingga turun minum, skor 0-1 bertahan untuk keunggulan Persema. Di babak kedua, Josal FC meningkatkan intensitas serangan.
Menit ke-79, perubahan dilakukan. Joni Efendi memasukkan Teguh Aljanu dan Wahyudi Satria, keputusan yang ternyata jadi kunci.
Menit ke-84, momen dramatis itu datang. Dari kemelut di depan gawang, Atthorik Sonit yang berdiri bebas mengeksekusi bola dengan tenang.
Gol penyeimbang tercipta. Persema yang sempat mengganti kiper utama akibat cedera, tak mampu membendung gol penentu itu.
Skor 1-1 menutup pertandingan. Hasil ini memastikan Josal FC dan Persema Malang melaju ke babak 32 besar dengan koleksi poin yang sama—7 angka. Sebaliknya, Persikos dan Victory Dairi harus angkat koper lebih awal.
Gol Atthorik bukan hanya penyelamat, tapi juga simbol semangat pantang menyerah. Sebuah cerita heroik dari pinggir lapangan yang patut dikenang para pecinta sepak bola nasional.(*)
Editor : Hendra Efison