Selain menjadi laga penutup musim La Liga Spanyol, pertandingan ini juga menjadi momen emosional bagi Luka Modric yang mengumumkan bahwa ini adalah penampilan terakhirnya di Bernabeu bersama Los Blancos.
Real Madrid saat ini menempati peringkat kedua klasemen dengan 81 poin. Pada laga sebelumnya, skuad asuhan Carlo Ancelotti meraih kemenangan 0-2 atas Sevilla.
Sementara itu, Real Sociedad berada di posisi ke-11 dengan 46 poin, usai menang dramatis 3-2 atas Girona.
Secara historis, Real Madrid juga memiliki rekor impresif atas Real Sociedad. Dari 180 pertemuan di semua ajang, Los Blancos menang 100 kali, sedangkan Sociedad menang 37 kali.
Di La Liga, dari 155 pertandingan, Madrid unggul dengan 88 kemenangan, 40 imbang, dan 27 kekalahan.
Di kandang, keunggulan Madrid makin terasa: 64 kemenangan dari 90 laga di Santiago Bernabéu, berbanding tujuh kemenangan tim tamu.
Pertemuan terakhir kedua tim berakhir imbang spektakuler 4-4. Kini, dengan momen perpisahan Modric sebagai latar, Real Madrid berambisi menutup musim dengan kemenangan dan memberi penghormatan terakhir yang layak untuk sang maestro lini tengah.
Modric Pensiun dari Real Madrid
Dalam pernyataan resminya, Luka Modric menyampaikan perpisahan menyentuh kepada seluruh penggemar Madrid.
“Telah tiba saatnya. Saat yang tidak pernah saya inginkan datang, tetapi begitulah sepak bola, dan dalam hidup, segalanya memiliki awal dan akhir… Sabtu ini saya akan memainkan pertandingan terakhir saya di Santiago Bernabeu,” tulis Modric di media sosial resminya, Jumat (23/5).
Gelandang asal Kroasia peraih Ballon d'Or pada tahun 2018 itu, bergabung dengan Real Madrid pada 2012 dan telah menjadi bagian penting dari era kejayaan klub.
Hingga kini, Modric telah memenangkan 28 trofi utama bersama Real Madrid, termasuk enam gelar Liga Champions UEFA, empat gelar La Liga, dan dua gelar Copa del Rey, menjadikannya sebagai pemain paling berprestasi dalam sejarah klub.
“Saya datang dengan impian memakai seragam tim terbaik di dunia, dan saya tidak pernah membayangkan semua yang telah terjadi setelahnya. Bermain di Real Madrid mengubah hidup saya sebagai pesepak bola dan sebagai pribadi,” ungkapnya.
Modric berterima kasih kepada Presiden Florentino Perez, rekan-rekan setim, pelatih, dan seluruh elemen klub.
Ia juga mengenang momen-momen magis di Bernabeu seperti remontada legendaris, final, dan malam-malam bersejarah.
“Kami telah memenangkan segalanya dan saya sangat bahagia. Lebih dari itu, saya membawa pulang kasih sayang dari seluruh Madridistas. Saya tidak bisa menggambarkan betapa spesialnya koneksi yang saya miliki dengan kalian semua,” imbuhnya.
Meski akan mengakhiri kiprahnya di Real Madrid usai Piala Dunia Antarklub, Modric menegaskan bahwa dirinya akan selalu menjadi bagian dari klub ini. “Real Madrid akan selalu menjadi rumah saya. Untuk selamanya,” tutupnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto