Kemenangan krusial ini membawa Kabau Sirah naik ke posisi 13 klasemen akhir dengan raihan 36 poin, sekaligus keluar dari jerat zona degradasi.
Dua gol kemenangan Semen Padang dicetak oleh Filipe Chaby pada menit ke-72 dan M Ridwan di masa injury time (90+4).
Hasil ini menjadikan Semen Padang sebagai salah satu dari tiga tim papan bawah yang berhasil selamat dari degradasi.
Sebaliknya, Barito Putera dan PSS Sleman harus menyusul PSIS Semarang turun ke Liga 2 musim depan, meskipun keduanya juga meraih kemenangan di laga pamungkas.
Persaingan di papan bawah Liga 1 musim ini memang berlangsung dramatis hingga pekan ke-34.
Sebelum laga, Semen Padang berada di posisi ke-15 dengan 33 poin, hanya unggul tipis dari PSS Sleman dan Barito Putera yang sama-sama mengoleksi 31 poin.
Pelatih Eduardo Almeida sukses membawa Semen Padang tampil solid di laga penentuan tanpa penonton di Stadion Kanjuruhan.
Meski tampil sebagai tamu di Kanjuruhan, anak asuhnya mampu mengendalikan permainan dan mencetak gol-gol penting untuk mengamankan tiga poin hingga menit akhir.
Pertahanan solid Semen Padang juga berhasil menghalau serangan demi serangan yang dilancarkan para pemain Arema FC.
Di sisi lain, Barito Putera yang menang 2-1 atas PSIS Semarang, dan PSS Sleman yang sukses menaklukkan Madura United 3-0, tetap tidak mampu keluar dari zona degradasi karena kalah selisih poin dari Semen Padang.
Musim ini ditutup dengan atmosfer penuh ketegangan di zona merah, dan menunjukkan ketatnya persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.(*)
Editor : Heri Sugiarto