Lamine Yamal menjadi bintang pertandingan dengan mencetak dua gol, menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat Ballon d’Or masa depan.
Pertandingan ini menjadi laga dengan skor tertinggi dalam sejarah singkat UEFA Nations League. Spanyol sempat unggul 5-1 sebelum Prancis mengejar di akhir laga.
Nico Williams membuka keunggulan La Roja di menit ke-22 setelah menerima umpan Mikel Oyarzabal yang lebih dulu mendapatkan assist dari Yamal.
Tiga menit berselang, Mikel Merino menggandakan keunggulan usai kerja sama satu-dua dengan Oyarzabal.
Prancis sempat memberi tekanan melalui peluang dari Theo Hernandez, Desire Doue, Kylian Mbappe, dan Ousmane Dembele, namun kiper Unai Simon tampil gemilang untuk menjaga keunggulan Spanyol.
Bek Real Madrid Dean Huijsen sempat mencetak gol indah lewat skema tendangan bebas, namun dianulir karena offside. Ini laga ketiga Huijsen bersama tim nasional senior Spanyol.
Spanyol menambah keunggulan menjadi 3-0 melalui penalti Yamal pada menit ke-54 setelah ia dilanggar Adrien Rabiot. Satu menit kemudian, Pedri mencetak gol keempat Spanyol dengan memanfaatkan umpan Williams.
Prancis sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Mbappe setelah pelanggaran Pedro Porro. Namun Yamal kembali memcetak gol kelima Spanyol yang membuat skor menjadi 5-1.
Prancis kemudian mencetak tiga gol balasan. Rayan Cherki, yang menjalani debutnya bersama Les Bleus, mencetak gol pada menit ke-88. Skor menjadi 5-3 setelah bek Spanyol Daniel Vivian mencetak gol bunuh diri.
Di masa tambahan waktu, Cherki memberi assist kepada Randal Kolo Muani yang mencetak gol keempat Prancis.
Meski Prancis hampir menyamakan kedudukan, Spanyol tetap keluar sebagai pemenang dan akan menghadapi Portugal di final pada Senin (9/6) pukul 02.00 WIB di Allianz Arena.
Portugal sebelumnya menyingkirkan tuan rumah Jerman dengan skor 2-1 pada Kamis dinihari WIB (5/6/2025).
“Ini pertandingan yang luar biasa. Di akhir memang sedikit menegangkan, tapi kami bermain sangat baik dan pantas menang,” ujar Yamal kepada RTVE usai laga.
Sementara itu, kapten Prancis Kylian Mbappe mengakui inkonsistensi timnya. “Kami tidak bermain konsisten selama 90 menit. Tapi kami juga menunjukkan peningkatan, tidak semuanya negatif,” kata Mbappe kepada RTVE.
Menutup pernyataannya, Yamal mengungkapkan optimisme menghadapi final. “Portugal adalah tim hebat seperti Prancis. Saya harap bisa membawa trofi pulang ke Spanyol," imbuhnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto