Pebalap tim Ducati Lenovo itu menjuarai MotoGP di Sirkuit Assen, Minggu (29/6), sekaligus menyamai rekor legenda Giacomo Agostini dengan torehan 68 kemenangan di kelas utama (top-class).
Namun, keberhasilan Marc diwarnai insiden yang menimpa sang adik, Alex Marquez, yang mengalami kecelakaan serius dan dipastikan mengalami cedera patah tulang.
Dalam balapan yang berlangsung sengit, Marc Marquez tampil dominan dan mengalahkan rival-rivalnya.
Ia mengungguli Marco Bezzecchi (Aprilia) yang menempel ketat sepanjang balapan, serta Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) yang melengkapi posisi podium ketiga.
Pedro Acosta finis di urutan keempat, diikuti Maverick Vinales dan Fabio Di Giannantonio.
Insiden terjadi pada lap keenam. Alex Marquez yang saat itu berada di posisi kelima mengalami kontak dengan motor KTM yang dikendarai Pedro Acosta.
Pebalap tim Gresini itu terjatuh dan langsung mengeluhkan rasa sakit pada tangan kirinya.
Hasil pemeriksaan di pusat medis menunjukkan adanya fraktur scomposta atau patah tulang tidak sejajar pada metakarpal kedua tangan kiri.
Ia dijadwalkan menjalani operasi dalam waktu dekat di Madrid.
Manajer Tim Gresini, Michele Masini mengungkapkan bahwa Alex hampir dipastikan akan segera menjalani operasi.
“Alex mengalami patah pada metakarpal kedua tangan kirinya, dan hampir bisa dipastikan akan dioperasi malam ini juga di Madrid,” kata Masini kepada Sky Sport.
“Kami masih menunggu pandangan dokter mengenai waktu pemulihan. Prioritas saya adalah memastikan proses pemulihannya berjalan dengan waktu yang dibutuhkan. Informasi lebih lengkap baru akan kami dapatkan besok," tambahnya.
Dengan hasil ini, Marc Marquez semakin kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP dengan keunggulan 68 poin dari Alex Marquez dan 126 poin dari Bagnaia.
Kemenangan ini juga mencatatkan sejarah bagi Marc. Tiga kemenangan beruntun, pertama kali sejak 2019 serta podium ke-119 di kelas utama, sekaligus ke-600 bagi pebalap Spanyol.(*)
Editor : Heri Sugiarto